Rabu, 03 Februari 2021

Alhambra, Tempat Syuting Memories Of Alhambra!

 Alhambra, Tempat Syuting Memories Of Alhambra!


Alhambra adalah istana yang pada awalnya adalah sebuah benteng kecil yang terletak di Granada, Spanyol. Nama Alhambra sendiri diambil dari dinding dan menara berwarna kemerahan yang mengelilingi benteng. Saksi bisu sisa-sisa peradaban islam di Eropa.
Pada mulanya Alhambra hanyalah sebuah benteng kecil nan sederhana, dibangun pada abad ke-9 yang menggunakan bahan konstruksi berwarna merah.
Quote:

Baru kemudian pada masa pemerintahan Raja Mohammed bin Al-Ahmar (Mohammed I, 1238-1273) dinasti Nazari, Alhambra pun dibangun dan diubah menjadi istana. Kemudian pembangunan dilanjutkan oleh anak dan cucunya Muhammed II(1273-1302) dan Muhammed III(1302-1309).
Pembangunan masih terus dilakukan sampai berdiri tiga istana yang megah yaitu Istana Comeres, Istana Singa, dan Istana Pastel pada abad ke-14.
Spoiler for Istana

Namun pada tahun 1492,  Raja Ferdinand dari Aragon dan Ratu Isabella dari Kastilia menaklukkan Granada, kemudian mempersatukan Spanyol di bawah monarki Katolik dan mengakhiri kekuasaan Islam selama 8 abad di semenanjung Iberia.
Setelah itu Alhambra pun banyak dirubah sampai akhir ditinggalkan pada awal abad ke-18.
Pada tahun 1812, beberapa menara diledakan oleh Francis pada masa Perang Semenanjung. Baru kemudian pada tahun 1828 direkonstruksi lagi serta upaya perbaikan pun dilakukan oleh arsitektur Jose Contreras atas perintah Raja Spanyol Ferdinand VII.

Alhambra menjadi saksi bisu merah merona nan indah, salah satu tempat yang ane pengen banget kunjungin jika ada kesempatan, kemudian Memories of Alhambra sebagai judul sebuah drama, cukup mengundang keingintahuan. Melihat bagaimana kenangan bisu itu bercerita. Bagaimana?

Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

 Pernahkah kamu melihat garam berwarna pink yang disebut dengan garam Himalaya? Di antara banyak jenis garam di dunia, garam Himalaya adalah salah satu yang dianggap spesial.


Berbeda dari garam dapur yang dipakai untuk memasak sehari-hari, garam ini juga dinilai lebih sehat. Kandungan nutrisinya tidak sama dari garam pada umumnya, karena memang sumber tambangnya berbeda.

Termasuk garam murni dari pegunungan Himalaya yang sudah terkubur ribuan tahun
Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

Garam Himalaya tidak berasal dari lautan sebagaimana garam biasanya, tapi diperoleh dari pertambangan garam yang bernama Khewra Salt Mine.

Sesuai dengan namanya, lokasi pertambangan berada di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan. Pertambangan Khewra Salt Mine adalah salah satu tambang garam yang tertua dan terbesar di dunia.

Kristal garamnya yang murni telah terkubur ribuan tahun lamanya di bawah lapisan salju dan lava. Warna pink alami yang terdapat pada garam tersebut berasal dari zat besi.

Saat kamu memasak dan menambahkannya sebagai bumbunya, maka tampilan makan bisa sedikit berubah.

Selain karena warnanya yang terlihat lebih menarik, garam ini juga sering direkomendasikan untuk yang sedang program diet dan menerapkan pola hidup sehat.

Dipercaya bisa mengatasi tekanan darah karena kandungan natriumnya lebih rendah
Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

Berbeda dari garam dapur atau garam meja, garam ini tidak melalui proses percampuran zat tambahan.

Karena tidak adanya zat tambahan yang dicampur di dalamnya, makan konsentrasi mineralnya masih alami.

Begitu juga, warna pink-nya bukan berasal dari pewarna buatan. Kandungan natriumnya pun lebih kecil daripada garam yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Dalam takaran 1/4 sendok teh, ada kandungan 600 mg natrium pada garam pada umumnya. Tapi, pada garam Himalaya hanya terdapat 420 mg kandungan natrium.

Kadar natrium yang terlalu tinggi di dalam tubuh ternyata berisiko untuk orang yang punya masalah tekanan darah. Mengkonsumsi garam Himalaya bisa membantu agar tekanan darah lebih stabil dan terkontrol.

Menurut American Heart Association, kadar natrium yang aman untuk dikonsumsi orang dewasa sehat sebaiknya maksimal 2300 mg/hari. Sementara itu, orang dewasa yang punya masalah tekanan darah, maksimal 1500 mg/hari.

Disebut-sebut punya banyak manfaat lain yang penting untuk kesehatan
Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

Selain menambah rasa asin makanan agar tidak hambar, garam juga penting untuk mengatur keseimbangan kadar cairan tubuh atau menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari.

Dengan mengetahui lebih banyak manfaat dari garam Himalaya, barangkali kamu juga akan tertarik untuk mencobanya.

Di dalamnya juga terkandung antimikroba yang selama ini banyak digunakan sebagai pengawet makanan.

Selain mengandung zat besi, di dalamnya juga terdapat kalsium, magnesium, fosfor, kalium, yodium, fluoride, dan masih banyak lagi yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi garam ini juga membantu nutrisi makanan lebih cepat terserap tubuh.
Beberapa toko online di Indonesia sekarang sudah banyak yang menjualnya. 

Sebagian orang ingin mendapat manfaatnya, tapi sebagian yang lain hanya penasaran.

Bisa memberi kegunaan lain, bukan hanya sebagai bahan tambahan makanan
Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

Benarkah garam berwarna pink ini lebih baik daripada garam dapur yang berwarna putih?

Ternyata manfaat spesifiknya untuk kesehatan masih diteliti lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif manfaatnya untuk kesehatan.

Kalau secara medis, manfaat dari garam Himalaya seperti yang banyak disebut ternyata belum sepenuhnya terbukti.

Hanya karena warnanya yang unik dan banyak orang penasaran, jadi lebih banyak melebih-lebihkan soal manfaatnya.

Uniknya, ternyata ada manfaat lain selain untuk tambahan makanan. Cara menggunakannya adalah campur larutan garam saat mandi air hangat, untuk bisa membantu tubuh mengeluarkan racun.

Sementara itu masyarakat di Pakistan juga biasa menggunakannya untuk obat luka luar.

Manfaat berikutnya adalah untuk membersihkan udara ketika dijadikan lampu garam. Lampu garam yang unik bukan hanya memperindah sudut rumah, tapi juga menjadi pembersih udara.


Proses penguapan lampu garam bisa menghasilkan ion negatif yang kemudian bereaksi dengan, debu, alergen, dan polutan dan menetralkannya di udara.

Sejarah dan Fakta Unik Negara Polandia

 Polandia merupakan sebuah negara republik yang wilayahnya berbatasan dengan Jerman di sebelah barat di benua Eropa Tengah. Di sebelah selatan, Polandia juga berbatasan dengan Ceko dan Slowakia, di sebelah timur laut berbatasan dengan Rusia dan Lituania, di sebelah barat Belarusia dan Ukraina. Polandia adalah anggota Uni Eropa, ibukota Polandia adalah Warsawa dan juga menjadi kota terbesar.


Wilayah negara Polandia dibagi menjadi 16 subdivisi administratif yang mempunyai luas wilayah sekitar 312.696 km². Polandia mempunyai jumlah penduduk sekitar 38.544.000, jumlah penduduk tersebut adalah populasi terbesar kedelapan di Eropa dan terbesar keenam di Uni Eropa, Polandia mempunyai kepadatan populasi sekitar 122 penduduk /km².

Asal usul nama negara Polandia berasal dari suku Slavia Barat yaitu Polandia atau Polanie. Yang tinggal di lembah sungai warta di wilayah Polandia besar saat ini yang dimulai pada pertengahan abad keenam. Asal usul nama Polanie sendiri berasal dari kota Proto-Slavia.

Awal Sejarah Kemerdekaan Polandia

Inilah Sejarah dan Fakta Unik Negara Polandia

Pada September tahun 1939, perang dunia kedua dimulai dengan invansi Jerman di negara Polandia. Setelah itu, diikuti oleh Uni Soviet yang menginspansi Polandia sesuai dengan Pakta Molotov-Ribbentrop, yaitu perjanjian yang ditandatangani di kota Moscow pada tanggal 24 Agustus 1939.

Perjanjian ini diberi nama tersebut oleh Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Vyacheslav Molotov dan Menteri Luar Negeri Jerman, Joachim Von Ribbentrop. Pakta ini merupakan Pakta nonagresi antara Jerman dan Uni Soviet. Mereka yang menandatangani perjanjian itu berjanji tidak saling menyerang baik secara langsung atau tidak langsung.

Pakta ini terus berlaku hingga 22 Juni 1941, ketika Jerman melancarkan invansi ke Uni Soviet, lebih dari 16% warga Polandia menjadi korban dalam serangan tersebut. Banyak kota yang rusak, termasuk semua kota Warsawa. 

Republik Rakyat Polandia didirikan sebagai negara satelit di bawah pengaruh Uni Soviet di tahun 1947, Negara berdaulat Polandia pun didirikan sebagai Republik Demokratis Presiden usai revolusi pada tahun 1989.

Camp Auschwitz

Inilah Sejarah dan Fakta Unik Negara Polandia

Berbicara tentang Polandia, tidak lengkap rasanya untuk tidak membahas Camp Auschwitz. Kamp konsentrasi milik Jerman ini ada di Polandia yang pada masa itu masih dikuasai Jerman. Bangunan ini merupakan tempat penting yang harus diingat semua orang terhadap pembantaian karena kebijakan rasisnya.

Komplek Camp Auschwitz yang menjadi kamp terbesar dari semua yang ada, cukup berperan penting atas pelaksanaan rencana Nazi menjalankan solusi akhir. Auschwitz meninggalkan jejaknya sebagai salah satu kamp Holocaust yang paling terkenal, lebih dari 1,1 juta orang menjadi korban di Auschwitz, termasuk hampir 1 juta orang yahudi. Mereka yang tidak dikirim langsung ke kamar gas beracun akan dihukum kerkja paksa.

Komplek Auschwitz sering dikira sebagai Auschwitz-Birkenau, pada kenyataannya Birkenau atau Auschwitz 2 hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan komplek tersebut. Pusat lokasi Birkenau adalah lokasi kamar gas beracun, yang pada akhirnya tentara Soviet membebaskan Auschwitz pada Januari 1945.

Namun, sayangnya Nazi sudah memaksa sebagian besar tahanan Auschwitz guna mars ke arah barat yang disebut sebagai mars kematian. Sehingga tentara Soviet hanya mendapati beberapa ribu tahanan kurus kering yang masih hidup saat masuk ke dalam kamp itu.

Setelah berakhirnya perang, pemerintah Polandia lalu memutuskan untuk memulihkan Auschwitz 1 dan mengubahnya menjadi sebuah museum untuk menghormati para korban naziisme. Dan tempat ini oleh PBB dicap sebagai warisan budaya UNESCO.

Hal unik di Polandia

Hal yang unik dari negara Polandia adalah kesamaan motif dan warna bendera dengan bendera negara kita Indonesia. Perbedaan bendera Polandia dan Indonesia cuma terletak pada penempatan posisi warna benderanya. Apabila Indonesia meletakkan warna merah di atas dan putih di bawah pada benderanya, sedangkan Polandia meletakkan warna putih di atas dan merah di bawah pada benderanya.

Bendera Polandia sudah digunakan sejak 1 Agustus 1919, sementara warna merah putih bendera negara Indonesia diambil dari warna Panji atau pataka kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur pada abad ke-13. Dan bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Bendera merah putih 
resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Selain bendera yang sama dengan negara kita, hal lain yang unik dari negara Polandia adalah mayoritas nama wanita di sana berakhiran huruf a. Jika kalian ada rencana pergi ke Polandia, kalian akan menemukan bahwa semua wanita di Polandia mempunyai nama yang berakhiran huruf a.

Inilah Sejarah dan Fakta Unik Negara Polandia

Menurut sejarahnya, masyarakat Polandia percaya bahwa nama dengan akhiran huruf a melambangkan feminisme. Sehingga tidak ada pria di Polandia yang mempunyai nama dengan huruf akhiran a seperti wanita. Selain itu, penggunaan nama pribadi di negara Polandia umumnya diatur oleh hukum sipil, hukum gereja, pribadi, dan kebiasaan keluarga.

Undang-Undang di negara Polandia mengharuskan nama yang diberikan kepada warga negara Polandia untuk menunjukkan jenis kelamin orang tersebut. Hampir semua wanita di Polandia diakhiri dengan vokal a dan sebagian besar nama pria berakhiran dengan konsonan a atau vokal selain a. Contoh nama-nama wanita yang ada di Polandia antara lain adalah Agnieszka, Anastazya, Aniela, Emilia, Felicya, Halina, dan Henryka.

Restoran Tertua di Eropa

Inilah Sejarah dan Fakta Unik Negara Polandia

Di negara Polandia ada sebuah restoran bawah tanah yang sangat mengagumkan, restoran ini telah beroperasi selama lebih dari 700 tahun dan merupakan yang tertua di Eropa bahkan diklaim sebagai restoran yang tertua di dunia. Restoran ini bernama Piwnica Swibnicra, restoran seluas kurang lebih 900 meter² ini mulai beroperasi sejak tahun 1273.

Restoran ini terletak di lapangan utama Wroclawia, Polandia. Tata letak restoran ini terus berkembang sejak pertama kalinya dibuka hingga menjadi daya tarik turis setiap mengunjungi negara Polandia. Ada banyak ratusan menu yang ditawarkan di restoran ini, terutama menu masakan tradisional Polandia.

Selain itu, yang unik pada restoran ini adalah ruangan depan restoran yang terhubung langsung ke terowongan tempat pembuatan bir di bawah tanah. Walaupun kota ini pernah di bom pada tahun 1945, gudang bawah tanah ini tetap utuh.

Minggu, 31 Januari 2021

Mewaspadai Hoax Vaksin Covid-19






ILUSTRASI (ISTIMEWA)



VAKSINASI corona nasional adalah program yang harus berhasil 100%. Karena hanya vaksin yang bisa menolak ganasnya virus covid-19. Namun hoax bisa menggagalkan vaksinasi. Karena ada saja kalangan masyarakat yang masih mempercayai berita palsu mengenai vaksin corona.


Ketika masyarakat Indonesa diwajibkan untuk divaksin, maka halangannya bukan harga, karena vaksin digratiskan oleh pemerintah. Namun yang patut diwaspadai untuk jadi batu sandungan adalah hoax alias berita palsu. Hoax sudah menyebar ke mana-mana, mulai dari media sosial hingga grup WA. Sehingga keberadaannya agak susah untuk dikendalikan oleh tim satgas covid.


Masyarakat perlu mewaspadai hoax corona yang sudah terlanjur tersebar ke mana-mana. Berita palsu yang santer beredar adalah vaksin ini mengandung sel vero alias kera hijau afrika. Menurut Bambang Heriyanto, Sekretaris Perusahaan Bo Farma, memang dalam kultur virus dikembangkan dalam media sel vero, akan tetapi tidak mengandung sel vero. Proses pengembangan virus diperlukan karena vaksin mengandung virus yang dilemahkan.


Hoax kedua tentang vaksin corona adalah ia mengandung chip sehingga berbahaya bagi manusia. Bagaimana bisa sebuah chip yang terbuat dari benda padat dimasukkan ke dalam cairan vaksin? Berita palsu ini sangat menggelikan namun juga meresahkan, karena orang awam akan percaya dan akhirnya menolak untuk divaksin.

Berita palsu selanjutnya adalah vaksin sinovac yang dibeli oleh pemerintah Indonesia tidak ampuh, karena masyarakat dijadikan kelinci percobaan. Hoax ini ditambah pula dengan gambar kemasan vaksin yang bertuliskan “only for clinical trial”. Padahal ini adalah gambar kemasan vaksin untuk uji klinis tahap 3, bukan yang dibeli oleh pemerintah Indonesia.

Hoax lain yang juga menggelikan adalah klaim bahwa vaksin berbahaya, sebab ia bisa menusukkan jarum langsung ke dalam kulit dan menembus jaringan tubuh. Bagaimana bisa sebuah jarum suntik masuk 100% ke dalam tubuh manusia? Selain itu, para tenaga medis yang menyuntikkan pasti berhati-hati dan tidak akan melakukan hal ini.

Ganasnya hoax di masyarakat memang menyebalkan, karena masih saja ada yang mempercayainya. Kalangan yang terjebak berita palsu langsung takut divaksin, karena mereka terlalu percaya akan judul berita yang bombastis. Mereka percaya hoax tentang vaksin corona dan mulai menyalahkan pemerintah.

Mereka yang percaya hoax karena memiliki kemampuan literasi yang rendah, sehingga tida mengecek kebenaran suatu berita di internet. Padahal segala sesuatu di dunia maya tidak 100% benar. Minimnya kemampuan literasi ini menyedihkan, karena faktanya masih banyak masyarakat yang tidak suka membaca, sehingga bisa dikibuli oleh hoax.

Untuk mencegah hoax vaksin, maka kita bisa mengadakan gerakan anti hoax, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pemerintah berusaha menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin dan mereka jadi tidak percaya hoax, dengan menyuntik para tokoh masyarakat terlebih dahulu, seperti Gubernur dan Wali Kota. Masyarakat akan mengikuti langkah sang pemimpin.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendukung vaksinasi corona dan memukul hoax dengan berkampanye di media sosial. Sosmed digunakan untuk menyebarluaskan pentingnya vaksinasi dan menepis hoax corona yang ada di kalangan netizen. Sehingga jika para followers membaca kampanye itu terus-menerus, alam bawah sadarnya akan menolak hoax dan akhirnya mau divaksin.

Jika ada seseorang yang membuat status mengenai hoax maka laporkan saja ke pihak Facebook atau Instagram. Postingan itu langsung dihapus karena dianggap berita bohong yang meresahkan banyak orang. Meski postingan tentang hoax boasanya langsung dihapus otomatis oleh mereka, namun tidak ada salahnya melapor.

Meluasnya hoax tentang vaksin corona di media sosial bisa dicegah jika kita peduli terhadap sesama, dengan berkampanye anti hoax. Jangan lelah untuk saling mengingatkan, karena program vaksinasi corona nasional harus berhasil 100%. Tujuannya agar kita punya kekebalan kelompok dan bisa mengakhiri masa pandemi.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bogor



(bx/wid/yes/JPR)

Riwayat Kasta di Bali

 






Bhagawan Dwija dari Geria Tamansari Lingga, Singaraja

Om Swastyastu.
Kasta, dalam Dictionary of American English disebut: Caste is a group resulting from the division of society based on class differences of wealth, rank, rights, profession, or job. Uraian lebih luas ditemukan pada Encyclopedia Americana Volume 5 halaman 775; asal katanya adalah “Casta” bahasa Portugis yang berarti kelas, ras keturunan, golongan.

- JUAL BANTEN MURAH hub.0882-9209-6763 atau KLIK DISINI

Bangsa Portugis yang dikenal sebagai penjelajah lautan adalah pemerhati dan penemu pertama corak tatanan masyarakat di India yang berjenjang dan berkelompok; mereka menamakan tatanan itu sebagai Casta. Tatanan itu kemudian berkembang di Eropa terutama di Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, dan Portugis. Sosialisasi casta di Eropa tumbuh subur karena didukung oleh bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan kehidupan agraris.

Para elit ketika itu adalah the king (raja), the prince (kaum bangsawan), dan the land lord (tuan/ pemilik tanah pertanian); rakyat jelata kebanyakan buruh tani misalnya di Rusia disebut sebagai kaum proletar adalah kelompok mayoritas yang hina, hidup susah, dan senantiasa menjadi korban pemerasan kaum elit.

Lama kelamaan tatanan ini berubah karena tiga hal utama, yaitu:

Revolusi Perancis dan Bholshevik (Rusia) yang menghapuskan monarki dan the land lord
Industrialisasi yang mengurangi peran sektor agraris
Pengembangan Agama Kristen yang menonjolkan segi kasih sayang diantara umat manusiaWalaupun demikian casta tidak hilang sama sekali; ia berubah wujud sebagai “Class System” yang didefinisikan sebagai: a differentiation among men according to such categories as wealth, position, and power.

Class System ini dianalisis secara ilmiah oleh berbagai tokoh masyarakat; yang terkemuka adalah Karl Marx dengan teorinya: The relations of production; inilah embrio pemahaman sosialis komunis yang ingin meniadakan perbedaan kelas masyarakat, di mana pemerintah menguasai sumber-sumber kehidupan dan mengupayakan perimbangan income yang wajar diantara rakyatnya.

Peredaran zaman menuju ke abad 20 membawa Class Theory yang klasik seperti pemikiran Karl Marx berubah menuju era baru seperti apa yang disebut sebagai Class Mobility, yaitu pengelompokan sosial karena kepentingan profesi. Kini kita biasa mendengar kelompok-kelompok: usahawan, birokrat, intelektual, militer, dan rohaniawan; mereka kemudian mengikat diri lebih khusus kedalam organisasi-organisasi seperti: IKADIN, IDI, ICMI, ICHI, MUI, PHDI, dll.

India yang disebut dalam berbagai sumber sebagai asal Kasta Stelsel, sebenarnya mempunyai sekitar 3000 kelompok sosial masyarakat, namun pada umumnya dapat dibedakan menjadi empat. Pengelompokan ini di India tidak hanya ditemukan pada masyarakat yang beragama Hindu saja, tetapi juga pada masyarakat yang beragama lain misalnya penganut Islam berkelompok pada: Sayid, Sheikh, Pathan, dan Momin; penganut Kristen berkelompok pada: Chaldean Syrians, Yacobite Syrians, Latin Catholics, dan Marthomite Syrians; penganut Budha berkelompok pada: Mahayana, Hinayana, dan Theravadi.

Istilah pertama yang digunakan di India bukan kasta tetapi “varnas” Bahasa Sanskerta yang artinya warna (colour); ditemukan dalam Rig Veda sekitar 3000 tahun sebelum Masehi yaitu Brahman (pendeta), Kshatriya (prajurit dan pemerintah), Vaishya (pedagang/ pengusaha), dan Sudra (pelayan).

Tiga kelompok pertama disebut “dwij” karena kelahirannya diupacarai dengan prosesi pensucian.



Dalam Bhagavadgita percakapan ke-IV sloka ke-13 ditulis:
CHATUR VARNYAM MAYA SRISHTAM,
GUNA KARMA VIBHAGASAH,
TASYA KARTARAM API MAM,
VIDDHY AKARTARAM AVYAYAM
artinya:
catur warna adalah ciptaan-Ku,
menurut pembagian kualitas dan kerja,
tetapi ketahuilah walaupun penciptanya,
Aku tidak berbuat dan mengubah diri-Ku.

Warna adalah profesi atau bidang kerja yang dilaksanakan seseorang menurut bakat dan keahliannya; tidak ada perbedaan derajat diantaranya karena masing-masing menjalankan karma dengan saling melengkapi.

Mantram-mantram dari Yajurveda sloka ke-18, 48 antara lain berbunyi:
RUCAM NO DHEHI BRAHMANESU,
RUCAM RAJASU NAS KRDHI,
RUCAM VISYESU SUDRESU,
MAYI DHEHI RUCA RUCAM
artinya:
Ya Tuhan Yang Maha Esa bersedialah memberikan kemuliaan pada para Brahmana, para Ksatriya, para Vaisya, dan para Sudra. Semoga Engkau melimpahkan kecemerlangan yang tidak habis-habisnya kepada kami.

Yajurveda Sloka ke 30, 5 berbunyi:
BRAHMANE BRAHMANAM,
KSATRAYA, RAJANYAM,
MARUDBHYO VAISYAM,
TAPASE SUDRAM
artinya:
Ya Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan Brahmana untuk pengetahuan, para Ksatriya untuk perlindungan, para Vaisya untuk perdagangan, dan para Sudra untuk pekerjaan jasmaniah.

Profesi yang empat jenis itu adalah bagian-bagian (berasal) dari Tuhan Yang Maha Esa yang suci, diibaratkan sebagai anatomi tubuh manusia dalam tatanan masyarakat, sebagaimana Yajurveda sloka 31, 11 menyatakan:

BRAHMANO ASYA MUKHAM ASID,
BAHU RAJANYAH KRTAH,
BACA JUGA
Muput Piodalan Alit di Merajan / Sanggah
Sistem Kasta di Provinsi Bali
Riwayat Kasta Di Bali

URU TADASYA YAD VAISYAH,
PADBHYAM SUDRO AJAYATA
artinya:
Brahmana adalah mulut-Nya Tuhan Yang Maha Esa,
Ksatriya lengan-lengan-Nya,
Vaisya paha-Nya,
dan Sudra kaki-kaki-Nya.

Selanjutnya doa yang mengandung harapan agar masing-masing profesi/ warna melaksanakan swadharma yang baik terdapat pada Yajurveda sloka 33,81:

PRAVAKAVARNAH SUCAYO VIPASCITAH
artinya: para Brahmana seharusnya bersinar seperti api, bijak, dan terpelajar;

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Yajurveda sloka 20,25:
YATRA BRAHMA CA KSATRAM CA,
SAMYANCAU CARATAH SAHA,
TAM LOKAM PUNYAM PRAJNESAM,
YATRA DEVAH SAHAGNINA
artinya:
di negara itu seharusnya diperlakukan warga negaranya sebaik mungkin, di sana para Brahmana dan para Kesatriya hidup di dalam keserasian dan orang-orang yang terpelajar melaksanakan persembahan (pengorbanan).

Kesimpulannya adalah Warna itu realistis dan idealnya semua profesional berbuat sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama dan kesejahteraan umat manusia.


Warna seseorang tidak selamanya tetap apalagi turun temurun; misalnya seorang petani (berwarna sudra) karena ketekunannya berhasil menyekolahkan anaknya kemudian hari menjadi bupati maka anaknya sudah menjadi warna Ksatriya; demikian sebaliknya seorang keturunan Brahmana yang tidak lagi berprofesi sebagai Wiku tidak dapat disebut sebagai warna Brahmana.

Perubahan status pada seseorang bahkan dapat terjadi setiap saat menurut bidang tugasnya, misalnya seorang pesuruh di suatu Kantor yang merangkap menjadi Pemangku di Pura/ Sanggah Pamerajan; ketika bertugas sebagai pesuruh dia berwarna Sudra, tetapi jika bertugas nganteb piodalan di Pura dia berwarna Brahmana.

Warna yang diabadikan bahkan diwariskan turun temurun terjadi di India, sebagai usaha kelompok elit mempertahankan status quo, yang sebenarnya sudah sangat menyimpang dari ajaran suci Weda.

Gejala mengabadikan warna inilah yang dilihat oleh orang-orang Portugis sehingga timbullah istilah “casta” seperti yang diuraikan di atas.

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Penerapan kasta stelsel di India menimbulkan pengkotak-kotakan masyarakat sehingga mereka saling bertikai. Dalam kondisi seperti ini jiwa nasionalisme pudar sehingga India mudah dipecah belah dan akhirnya dijajah Inggris.

Perjuangan Mahatma Gandhi membangkitkan nasionalisme India dibayar sangat mahal yaitu dengan jiwanya sendiri ketika dia ditembak oleh seorang fanatikus kasta.

Agama Hindu kemudian menyebar ke Indonesia lengkap dengan tatanan masyarakat menurut “warna” masing-masing. Mula-mula di Jawa tatanan masyarakat masih murni menurut Weda yaitu tatanan menurut profesi atau “Warna”.

Ketika Majapahit hendak meluaskan kerajaan dengan cita-cita menyatukan Nusantara yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya Gajahmada, maka Majapahit menundukkan Kerajaan Bali Dwipa pada abad ke-13.

Para “penjajah Majapahit” membawa serta kaum elit yang memimpin kerajaan Samprangan. Kaum elit itu dinamakan Triwangsa, yaitu Brahmana, Kesatria, dan Wesya. Semua penduduk Bali-asli yang dijajah, dikelompokkan sebagai Wangsa Sudra.

Tujuan politik Gajahmada adalah agar kaum Bali-asli tidak bisa eksis, sehingga kelanggengan pemerintahan Samprangan dapat berlanjut terus.

Sejak masa itulah “Warna” di Bali berubah menjadi “Wangsa” atau “Kasta” karena hak-hak kebangsawanan diturunkan kepada generasi seterusnya.

Setelah kerajaan-kerajaan di Bali runtuh, kemudian Indonesia menjadi negara Republik, hak-hak kebangsawanan mereka dengan sendirinya hilang. Namun demikian titel-titel nama depannya masih digunakan, sekedar untuk mengenang kejayaan masa lalu dan mungkin dengan alasan lain yaitu menghormati leluhur.

Sekarang tinggal masyarakat saja yang menilai kedudukan seseorang.

Tinggi rendahnya status sosial seseorang di masyarakat ditentukan pada peranan pengabdiannya kepada kepentingan masyarakat, bukan pada embel-embel predikat nama itu.

Mereka yang bijaksana akan senantiasa menjauhkan perilaku feodalisme, karena feodalisme itu membodohi diri sendiri.

Sumber : cakepane.blogspot.com


CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Sabtu, 30 Januari 2021

Tempat Suci di Dalam Pekarangan Rumah

 




Tempat Suci didalam Pekarangan Rumah sangatlah penting dalam kaitannya dengan hubungan umat dengan Tuhan. Sering juga umat menanyakan bangunan/pelinggih apa saja yang mesti dibuat dalam pekarangan rumah tersebut. Menurut beberapa sumber, bangunan/palinggih yang harus ada didalam pekarangan rumah adalah sanggah dan tugu Pangijeng/penunggun karang. Berikut penjelasannya;

Sanggah/Merajan
tempat suci untuk memuliakan dan memuja arwah suci para leluhur terutama ibu dan bapak yang sudah tiada dan berada di alam baka (sunia loka) bagi masyarakat Hindu di Bali disebut dengan merajan atau sanggah. Pembuatan sanggah/merajan tidak sekedar hanya hiasan belaka, namun didasari atas landasan sastra yang menaunginya. Landasan sastra dalam membangun sanggah atau merajan banyak terdapat dalam kitab suci, seperti dalam Bhagawad Gita yang menyebutkan:

- JUAL BANTEN MURAH hub.0882-9209-6763 atau KLIK DISINI

Samkaro narakayaiva
Kulaghnanam kulasya ca
Pantati pitaro hy esam
Lupta-pindodaka-kriyah. (Bhagawad Gita I. 42)
Terjemahan:

Keruntuhan moral ini membawa keluarga dan para pembunuhnya ke neraka, arwah moyang jatuh (ke neraka), semua terpana, air dan nasi tidak ada lagi baginya. (Pudja, 2005: 26).

Penjelasan dari arti sloka diatas:

Bahwa jika keluarga sudah hancur, maka kewajiban keluarga terhadap tradisi dan agama tidak terurus lagi, seperti upacara sradha, dimana dilakukan upacara mengenang jasa-jasa nenek moyang di pitra loka (tempat arwah mereka segera sesudah meninggal sebelum mencapai surga) dengan mempersembahkan sesajen yang terdiri dari makanan, buah-buahan dan lain-lain. Ini berarti bahwasanya adanya tempat suci untuk memuja leluhur sangat diperlukan untuk dapat memuja serta memuliakan arwah leluhur yang akan dan telah disucikan.

Sedangkan di dalam lontar Purwa Bhumi Kemulan antara lain disebutkan:

Yan tan semangkana tan tutug pali-pali sang dewapitra manaken sira gawang tan molih ungguhan, tan hana pasenetanya.

Terjemahan:

Bilamana belum dilaksanakan demikian (belum dibuatkan tempat suci) belumlah selesai upacara yang dewa pitra (leluhur) tidak mendapat suguhan dan tidak ada tempat tinggalnya.

Lebih lanjut di dalam lontar ini dijelaskan :

Apan sang dewapitranya salawase tan hana jeneknya.

Terjemahan:

Oleh karena sang dewa pitara (leluhur) tidak ada tempat menetapnya,

Dapat dijelaskan bahwa upacara ngunggahang dewa pitara (leluhur) adalah untuk menetapkan stana sementara dari dewa pitara (leluhur) pada bangunan pemujaan sebagai simbolis, bahwa dewa piatra telah mempunyai sthana tempat yang setara dengan dewa.

Begitu pula dijelaskan dalam Lontar Nagarakerthagama yang menyebutkan:

Ngka tang nusantarane Balya matemahan secara ring javabhumi, dharma mwang kramalawan kuwu tinapak adeh nyeki sampu tiningkah.

Adapun maksudnya kurang lebihnya menyebutkan bahwa apa yang diterapkan di Bali persis mengikuti keadaan di Jawa terutama berkaitan dengan bentuk bangunan candi, pasraman dan pesanggrahan atau rumah. Yang disebut candi tidak lain adalah parahyangan untuk memuja leluhur.

Begitu pula dijelaskan dalam Lontar Loka Pala yang menguraikan:

“…………….. seperti manusia yang sudah lupa dengan saya, Sayalah yang menyebabkan ada mereka, saya tiada lain adalah Sang Hyang Guru Reka, yang mengadakan seluruh isi jagat raya. Sayalah yang dipuja dengan sebutan Dewa Hyang Kawitan yang beraga Sang Hyang Uma Kala, dan saya jugalah yang dipuja dengan Brahma, Wisnu, dan Siwa. Ingatlah semuanya. Menjadi satu dalam Rong Tiga, dan sayalah yang mencipta, saya memelihara dan saya jugalah yang melebur ……………….”



BACA JUGA
Asta Kosala dan Asta Bumi Arsitektur Bangunan Suci Sanggah dan Pura di Bali
Muput Piodalan Alit di Merajan / Sanggah
Kamus Hindu BaliKutipan di atas, apabila dipahami, maka berbhakti kepada leluhur melalui merajan dengan rong tiga adalah sebuah keharusan agar kita memperoleh keselamatan dan terhindar dari mara bahaya.

Berdasarkan atas beberapa sumber lontar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan merajan tidak hanya sebatas asal buat saja oleh manusia, melainkan atas rujukan beberapaa sastra seperti yang diuraikan di atas. Hai ini disebabkan merajan adalah sebuah tempat suci untuk memuja kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan juga para leluhur, beserta Tri Murthi. Seluruhnya adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan merupakan sebuah upaya manusia untuk menuju keadan yang sejahtera.

Secara konvensional, pendirian suatu bangunan, apakah nantinya disebut rumah ataupun palinggih telah diatur sedemikian rupa di lontar asta dewa, asta kosala-kosali dan asta bhumi. Jika mengacu pada petunjuk lontar tersebut, maka pembagian peruntukan lahan selalu berpijak pada ajaran tri hita karana, dimana akan disediakan lahan untuk menghubungkan diri dengan tuhan (uttama mandala) dalam bentuk pendirian sanggah/merajan. Lahan untuk menghubungkan dengan antar sesama (madya Mandala) dalam bentuk perumahan. Dan lahan untuk berinteraksi dengan alam lingkungan (nista mandala) dalam bentuk teba lengkap dengan tanaman dan ternak peliharaan.

Pitra puja yaitu pemujaan kepada leluhur merupakan kewajiban bagi umat hindu sebagai pelaksanaan ajaran pitra yadnya dan erat kaitannya dengan adanya pitra rna.

Secara fisik, terutama bagi umat hindu di bali dan sekarang sudah pula dibawa konsepnya di luar bali, wujud nyatu ditandai denga dari pitra puja itu pendirian sanggah/merajan. Merajan inilah yang berfungsi sebagai tempat suci memuja roh suci leluhur yang telah menjadi dewa pitara (sidha dewata).

Diawal pembuatan sanggah, banyak umat yang menggunakan pepohonan, terutama pohon dapdap yang dipercayai sebagai taru sakti. Sanggah dari pohon dapdap ini sering juga sering disebut sanggah turus lumbung. namun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi maka didirikanlah sanggah permanen. Mengenai batasan waktu penggunaan turus lumbung memang secara mutlak tidak ada ketentuannya. sebab sesuai dengan sifat ajaran agama hindu yang luwes, pengalamannya selalu dikembalikan kepada umat yang bersangkutan, Terutama masalah kemampuan umat untuk membuat sanggah yang permanen atau tidak.

Menurut suratan lontar siwagama dengan tegas menyatakan bahwa setiap keluarga (hindu) dianjurkan untuk mendirikan sanggah kemulan sebagai perwujudan ajaran pitra yadnya yang berpangkal pada pitra rna, selanjutnya di dalam lontar purwa bhumi kemulan ditambahkan bahwa yang distanakan atau dipuja di sanggah kemulan itu tidak lain adalah dewa pitara atau roh suci leluhur.

Dengan berpijak pada 2 lontar diatas, jelas bahwa syarat minimal untuk membangun tempat suci di sebuah rumah tangga adalah adanya bangunan/palinggih kamulan yang secara fisikmerupakan bangunan merong telu (memiliki tiga ruangan). Namun menurut lontar asthabhumi, palinggih lengkap untuk tempat suci keluarga adalah padma sari, kemulan , taksu dan anglurah plus jika memungkinkan piyasan. Hanya saja dalam prakteknya padmasari tidak selalu didirikan.

Tetapi bagi masyarakat perantauan untuk tetap memelihara hubungan kekrabatan dengan keluarga induk, disamping dengan lahan memang sempit bias mendirikan palinggih padmasari saja.

CARA MUDAH DAPAT UNTUNG DARI TRADING FOREX KLIK DISINI

Padmasari
adalah suatu bangunan/palinggih yang ditempatkan di timurlaut dimana pada bagian diatasnya dibuat terbuka dan pada bagian tabing mahkota dipahat lukisan/relief hyang acintya. Fungsi padmasari adalah sebagai tempat pengayatan (pemujaan) Hyang Widhi dan bhatara-bhatari. Dengan demikian Padmasari selain amat cocok bagi keluarga dengan lahan sempit, yang penting lagi wujud bakti kepada leluhur tetap bias dilaksanakan.

Sanggah Kemulan - Taksu
merupakan tempat berstananya bhatara hyang guru, yang juga merupakan tempat pemujaan/pengayatan Tri Murti. Ini sesuai dengan bunyi mantra saat muspa di hadapan rong tiga; “om brahma wisnu iswara dewam……” selain itu Fungsi sanggah kemulan adalah sebagai tempat suci untuk memuja Bhatara-bhatari leluhur atau dewa pitara, sedangkan kedudukanny sebagai pura kawitan yaitu tempat suci pemujaan dimana para penyungsungnya terikat dalam satu garis keturunan.

Selain sanggah kemulan, yang termasuk ke dalam pura kawitn yaitu pura paibon, panti dan pedarman. Bedanya, lingkup penyungsung sanggah kemulan lebih terbatas yaitu keluarga inti terdekat yang masih serumah atau senatah (beberapa rumah dalam satu halaman).

Sedangkan pura kawitan yang lain, dalam lontar siwagama disebutkan, apabila keluarga inti sudah berkembang menjadi 10 keluarga hendaknya mendirikan pelinggih hedong pertiwi, jika sudah menjadi 20 keluarga hendaknya mendirikan palinggih ibu, dan kalau sudah mencapai 40 keluarga membangun pura panti. Akhirnya pura kawitan (yang fungsinya sebagai pemersatu dari keluarga – keluarga yang satu sama lain memiliki ikatan keturunan meski berasal dari keturunan jauh sekalipun) disebut pura pedharman. Di pura pedharman inilah seseorang akan mengetahui bahwa walaupun dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak saling mengenal, ternyata mereka berasal dari keturunan yang sama. Ibarat ranting – ranting pohon yang tidak saling bersentuhan , tetapi kesemua ranting berpangkal pada akar yang sama (satu).

Palingih Penglurah atau Ratu Ngurah
merupakan linggih bhatara kala sebagai pengatur hidup dan penguasa ruang waktu. juga disebutkan sebagai stana sang catur sanak.

Palinggih Pangijeng/Panunggun Karang
Konsepsi ketuhanan dalam agama hindu membenarkan adanya pemujaan ista dewata yaitu manifestasi hyang widhi yang diinginkan kehadirannya dalam pemujaan pada suatu palinggih dan atau pura. Oleh karena itu, maka apa yang disebut tugu atau penunggu karang sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari konsep tersebut. Sesuai dengan namanya, fungsi panunggun karang adalah sebagai penjaga karang atau palemahan beserta penghuninya agar senatiasa berada dalam lindunganNya, tentram, rahayu sekala niskala.

Mengenai pendirian palinggih yang disebut dengan tugu dengan berbagai jenisnya sesuai dengan lontar asta dewa, asta kosala-kosali dan asta bhumi, ternyata tidak selalu harus berada di lahan uttama mandala.

Setelah dicermati petunjuk lontar diatas, diketahui bahwa terdapat 5 jenis tugu;
yang apabila bentuk lahan mengarah timur-barat makan penempatannya 2 jenis tugu di lahan uttama mandala (areal sanggah/merajan) yaitu tugu penyarikan, di posisi tenggara menghadap ke barat, dan tugu anglurah sedan dengan posisi di baratlaut menghadap keselatan.
Di lahan madya mandala, juga terdapat 2 jenis tugu, yaitu tugu ajaga-jaga berkedudukan di pintu masuk bagian kanan menghadap ke barat dan tugu (surya) pangijeng natah berkedudukan di tengah-tengah natah (pekarangan) menghadap kebarat/selatan.
Dan akhirnya di lahan nista mandala terdapat jenis tugu yaitu tugu panunggun karang terletak di barat laut menghadap ke selatan.

Sumber : cakepane.blogspot.com