Kamis, 22 Januari 2026

fenomena "penuaan dini" Gen Z

 



Fenomena yang cukup unik saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan pakar dermatologi dan kecantikan. Para ahli mengamati bahwa generasi yang lahir antara tahun 1985 hingga 1995 (Milenial akhir) sering kali terlihat lebih awet muda dibandingkan dengan adik-adik mereka dari Gen Z. Hal ini memicu diskusi mengenai fenomena "penuaan dini" yang tampak mulai menghinggapi generasi yang lebih muda tersebut.

Salah satu penyebab utamanya diduga adalah obsesi Gen Z terhadap prosedur kosmetik seperti filler dan botox di usia yang masih terlalu dini. Alih-alih merawat kulit, tindakan medis yang berlebihan ini justru sering kali menciptakan tampilan wajah yang lebih dewasa dari usia aslinya dan terlihat kurang alami. Gen Z cenderung mengikuti standar kecantikan yang sangat kaku dari media sosial tanpa menyadari dampak jangka panjang pada struktur wajah mereka.
Selain masalah kosmetik, paparan cahaya biru (blue light) yang ekstrem dari layar gawai sejak masa kanak-kanak juga memiliki peran besar dalam kerusakan kulit. Gen Z tumbuh besar dengan ponsel di tangan mereka hampir sepanjang waktu, yang secara medis terbukti dapat mempercepat kerusakan kolagen dan memicu kerutan halus lebih cepat. Ditambah lagi, gaya hidup dengan tingkat stres tinggi akibat tekanan media sosial memperparah kondisi fisik mereka secara keseluruhan.
Sebaliknya, generasi kelahiran 85-95 memiliki proses penuaan yang cenderung lebih alami dan sehat. Saat mereka muda, penggunaan produk skincare berbahan kimia keras belum semasif sekarang, dan prosedur bedah wajah belum dianggap sebagai tren harian. Pola hidup yang lebih seimbang dan minimnya paparan teknologi di masa kecil membuat kulit mereka tetap terjaga elastisitasnya dengan lebih baik hingga saat ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar