Senin, 21 Juni 2021

Epidemiolog: Indonesia Sudah Herd Stupidity Atasi Pandemi

 Epidemiolog: Indonesia Sudah Herd Stupidity Atasi Pandemi

CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 20:56 WIB
Bagikan :  
Epidemiolog: Indonesia Sudah Herd Stupidity Atasi Pandemi  Epidemiolog UI Pandu Riono menyebut masyarakat maupun pemerintah telah melakukan kebodohan bersama yang memicu lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Sehingga saat ini terbentuk herd stupidity. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Epidemiolog: Indonesia Sudah Herd Stupidity Atasi Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia --
Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan Indonesia sudah lama dalam kondisi herd stupidity atau kebodohan komunal atasi pandemi Covid-19.
Pandu menyebut kondisi itu tercipta lantaran masyarakat maupun pemerintah melakukan kebodohan bersama yang memicu lonjakan kasus Covid-19.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

"Indonesia sudah lama dalam kondisi "Herd Stupidity". Perilaku Manusianya yang dorong replikasi virus, memperbanyak diri dan berubah menjadi lebih mudah menular. Manusia yang mendapat amanah jadi pejabat dan manusia-manusia lain yang tidak berperilaku 5M dan enggan divaksinasi," kata Pandu dalam akun twitter-nya, Minggu (20/6).


Pandu sudah mengizinkan pernyataan dalam cuitannya tersebut dikutip. Pandu kemudian mencontohkan salah satu kebodohan itu yakni ketika masa mudik Lebaran 2021.

Menurutnya, saat itu masyarakat tetap melakukan perjalanan ke kampung halaman. Sementara pemerintah tidak membuat kebijakan yang ketat soal larangan mudik.
"Makanya Indonesia itu herd stupidityHerd kan komunal, kebodohan bersama. Itu artinya kebodohan bersama. Sudah tahu mudik dilarang, masih pergi. Udah tahu mudik bisa meningkatkan kasus, tidak dilarang dengan ketat. Ya baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama abai," ujarnya.
Lebih lanjut, Pandu mengibaratkan kondisi pandemi di Indonesia saat ini seperti rumah yang mengalami kebocoran atap saat hujan turun. Dalam kondisi itu, seharusnya langkah terbaik adalah memperbaiki atap agar hujan tidak masuk dan membuat banjir.
"Kasus Covid-19 (ibarat) kan air, kalau atap kita bocor, air masuk ke rumah kan. Seharusnya kan atap diperbaiki, tapi kita enggak boleh memperbaiki atap, hanya bisa pasang ember mengatasi banjir akibat hujan," ujarnya.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Pandu menyebut perbaikan atap itu seperti pengetatan aktivitas masyarakat. Menurutnya, pengetatan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta saat awal pandemi Covid-19 terbukti mampu menurunkan kasus.
"Semuanya kerja di rumah, seperti PSBB zaman dulu, kita enggak usah pakai kata lockdown, PSBB seperti di masa Pak Anies, itu udah terbukti menurunkan kasus. Tapi kita hanya bisa menyediakan ember menampung hujan. Ya hujannya terus, lama-lama banjir rumah kita," kata Pandu.
Diketahui, kasus positif Covid-19 secara nasional bertambah 13.737 pada hari ini, Minggu (20/6). Kini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.989.909 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo.
Tambahan kasus mencapai 13 ribu lebih tersebut menjadi yang tertinggi sejak empat bulan terakhir.
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari total kasus positif tersebut, sebanyak 1.792.528 orang telah sembuh. Jumlah pasien yang sembuh itu bertambah 6.385 dari hari sebelumnya.
Sementara itu, sebanyak 54.662 orang di antaranya meninggal dunia. Pasien yang wafat usai terinfeksi virus corona bertambah 371 dari kemarin.

Sejumlah pihak pun menyerukan agar pemerintah kembali menerapkan PSBB bukan lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) semakin masif. Beberapa lainnya menyarangkan pemerintah lockdown regional.

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...-atasi-pandemi

Yang Chil-seong (양칠성), Pejuang Kemerdekaan Indonesia Asal Korea

 Yang Chil-seong (양칠성), Pejuang Kemerdekaan Indonesia Asal Korea

Komarudin (1919 - 1949) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia asal Korea. Nama asli Komarudin adalah Yang Chil-seong (양칠성)[1], sedangkan nama Jepangnya Sichisei Yanagawa (梁川七星).

Yang Chil-seong lahir pada tanggal 29 Mei 1919 di Kabupaten Wanju, Provinsi Jeolla. Pada awalnya ia ditugaskan oleh pemerintah kolonial Jepang sebagai penjaga tawanan tentara sekutu di Bandung pada tahun 1942. Saat itu baik Korea dan Indonesia sedang dijajah oleh Jepang.



Setelah Indonesia dan Korea merdeka pada tahun 1945, Yang Chil-seong tidak kembali ke Korea, namun tetap tinggal di Indonesia. Ia berganti nama menjadi Komarudin dan menikah dengan orang Indonesia. Ketika tentara Belanda kembali datang ke Indonesia dan melancarkan agresi militer, Komarudin datang ke Garut bersama 2 orang tentara Jepang dari Bandung bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia. Mereka berperang secara gerilya dalam kelompok yang dijuluki "Pasukan Pangeran Papak" dari Markas Besar Gerilya Galunggung (MBGG) pimpinan Mayor Kosasih, yang bermarkas di Kecamatan Wanaraja, Garut. Kedua tentara Jepang itu bernama Hasegawa (Abubakar) dan Masahiro Aoki (Usman) bersama Komarudin dikenal akan kemampuan bertempur yang baik. Pasukan ini juga pernah ikut berperang dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Komarudin juga tercatat pernah menggagalkan upaya Belanda merebut Wanaraja dengan menghancurkan Jembatan Cimanuk.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Ketika Belanda menyerang Garut, kelompok Pasukan Pangeran Papak bertugas mengamankan wilayah tersebut. Namun karena kekuatan Belanda terlalu besar, Pasukan Pangeran Papak terpaksa mundur. Ketiga tentara gerilya itu bersembunyi namun tertangkap karena informasi dari mata-mata. Komarudin, Abubakar, Usman dan seorang pejuang Indonesia bernama Djoehana tertangkap di Gunung Dora. Pada tanggal 10 Agustus 1949, Komarudin, Abubakar dan Usman dieksekusi di Kerkhoff, Garut. Sementara Djoehana mendapat hukuman penjara seumur hidup di LP Cipinang. Mereka dimakamkan di TPU Pasir Pogor, lalu tahun 1975 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut. Komarudin gugur dan meninggalkan seorang anak laki-laki.

Sebelumnya hanya terdapat sedikit informasi mengenai kehidupan Yang Chil-seong di Indonesia. Informasi mengenai Komarudin yang ternyata merupakan orang Korea berhasil diungkap oleh sejarawan Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, kesaksian juga didapatkan dari teman-teman seperjuangan Yang Chil-seong yang masih hidup.

Pada bulan Juli 1995, pemerintah Indonesia dan perwakilan Korea Selatan mengadakan upacara penggantian batu nisan Komarudin secara militer. Sejak saat itu Komarudin dianggap sebagai salah satu tokoh pejuang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Komarudin

Charles Mussry, Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Berdarah Yahudi

 Charles Mussry, Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Berdarah Yahudi

Tidak banyak catatan sejarah pengetahuan yang membahas orang-orang Yahudi di tengah kecamuk revolusi kemerdekaan. Publik negeri ini cenderung menganggap komunitas Yahudi sebagai “yang asing”, liyan. Padahal, orang-orang Yahudi turut menyusun narasi perjuangan negeri ini.

Ketika militer Jepang masuk ke kawasan Nusantara pada tahun 1942, orang-orang Yahudi mengalami penyiksaan, persekusi bahkan pembunuhan. Di beberapa kota, orang-orang Yahudi mengalam siksaan berat dalam tawanan penjara rezim Jepang.

Orang-orang Yahudi mengalami kekerasan fisik dan mental, lantaran Jepang merupakan sekutu Jerman pada Perang Dunia II. Di bawah komando Nazi, Jerman melancarkan serangan terhadap komunitas-komunitas Yahudi di pelbagai kawasan Eropa.

Sementara, di Asia Tenggara, militer Jepang juga mendiskriminasi orang-orang Yahudi, merampas harta benda, sekaligus meningkatkan siksaan. Antisemitisme tumbuh subur, kebencian terhadap Yahudi meningkat yang disulut kobaran api diskriminasi dari Nazi Jerman.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Di tengah prahara ini, sebagian besar orang-orang Yahudi di kawasan Hindia Belanda berpindah mencari ruang aman bagi keluarganya. Mereka bermigrasi ke beberapa negara, di antaranya Australia dan Amerika Serikat. Banyak di antara mereka yang kemudian menetap di negara-negara itu, sebagian lain pindah ke Israel ketika komunitas Yahudi resmi mendirikan negara.

Di tengah kecamuk zaman perang ini, ada seorang keluarga Yahudi yang menolak pindah ke negeri lain. Ia bersikukuh berdiam di Indonesia, negeri yang selama ini menjadi tanah air, sekaligus tempat berkarya dan bekerja. Orang Yahudi itu bernama Charles Mussry.

Charles Mussry lahir dari keluarga pasangan Jacob Mussry, seorang Yahudi Baghdadi yang berasal dari Irak dan Toba Solomon Kattan. Keduanya bertemu dan menikah di Aceh. Keluarga pasangan ini kemudian pindah ke Surabaya, kota besar di Jawa pada awal abad 20.

Pada paruh pertama abad 20, Surabaya merupakan idaman bagi orang-orang Yahudi, baik keturunan Eropa maupun dari Timur Tengah. Orang-orang Yahudi Eropa, khususnya dari Belanda, menjadi pegawai pemerintahan dan militer. Sementara, keluarga Yahudi dari kawasan Timur Tengah, sebagian besar menjadi pengusaha.

Pada tahun 1930-an, komunitas Yahudi di Surabaya meningkat pesat. Mereka menikmati fasilitas yang sejajar dengan penduduk Eropa. Bagi keluarga Yahudi, mereka sangat senang bisa memiliki akses untuk beli mobil, menaiki kuda ke pedesaan, serta punya beberapa asisten rumah tangga. Tentu saja, ini sebuah kemewahan, yang antara lain karena fasilitas dari pemerintah kolonial Hindia Belanda. Hal ini dikisahkan Eli Dwek, dalam esainya “The Demish of the Jewish Community in Surabaya”.

Di Surabaya, Charles Mussry dikenal sebagai pengusaha Yahudi yang terpandang dan kaya raya. Ia punya bengkel mobil dan rumah sakit di Jalan Simpang (kini Jalan Pemuda) Surabaya. Selain itu, aset dan kekayaannya tersebar di Jawa Timur, di antaranya beberapa bangunan villa di Tretes, Pasuruan.

Dalam pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, Charles Mussry ikut berjuang bersama laskar-laskar rakyat untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. Charless membantu logistik, mensuplay dapur umum, serta ikut serta dalam pengadaan senjata.

Akses dan jaringan Charles Mussry yang luas sebagai pengusaha, menguatkan perjuangannya membantu arek-arek Soeroboyo. Dari perjuangan ini, Charles Mussry dikenal dekat dengan Presiden Soekarno (Faisal Assegaf, Berdarah Yahudi, Bertanah Air Indonesia, merdeka.com, 11 November 2013).

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Keluarga Charles Mussry mendapatkan akses Kartu Tanda Penduduk pada akhir 1950-an. Pada awalnya, keluarga Mussry mengisi agama Yahudi pada kolom agama Kartu Tanda Penduduk yang dimilikinya dari Pemerintah Indonesia. Namun, ketika hendak memperpanjang kartu ini, mereka diminta mengisi satu dari lima agama resmi waktu itu.

David Mussry, saudara Charles Mussry, memilih agama Hindu. Kisah ini diceritakan Jeffery Hadler pada paper risetnya, “Translation of Antisemitism: Jews, the Chinese and Violence in Colonial and Post-Colonial Indonesia”. Riset Hadler ini melengkapi kepingan khazanah publikasi internasional tentang komunitas Yahudi di Indonesia.

Saudara Charles, David Mussry merupakan penggerak dan aktifis Yahudi di Surabaya. Ia menjadi Ketua Perkumpulan Israelitische Gementee Soerabaja (Jemaat Israel di Surabaya). Komunitas ini didirikan pada 31 Juli 1923 oleh dua tokoh Yahudi, yakni Izak Ellias Binome Ehrenoreis Rechte Grunfeld dan Emma Mizrahie.

Perkumpulan Yahudi berkembang pesat sejak didirikan. Orang-orang Yahudi dari komunitas ini lantas mendirikan sebuah sinagoge di Jalan Bubutan, Surabaya. Seiring waktu, perkumpulan ini membeli sebidang tanah milik Ny Ada Henriette Burch Krusemann yang terletak di Jalan Kayoon. Di lahan itulah, orang-orang Yahudi Surabaya kemudian mendirikan Sinagoge Beit Hashem.

Tidak banyak yang mengenal Charles Mussry, dalam narasi perjuangan kemerdekaan. Ia meninggal dalam kesunyian, setelah bertahun-tahun menetapkan diri sebagai bagian dari manusia Indonesia.

Charles menikah dengan Djoedjoek, seorang putri asal Madiun. Pasangan ini melahirkan dua putra dan satu putri, di antaranya Irean Danny Mussry, Jacky Mussry dan Leitiza Mussry. Irwan Mussry sekarang menjadi pengusaha ternama, CEO Time International, juga suami dari Maia Estiyanti.

Charles Mussry, Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Berdarah Yahudi

Charles Mussry meninggal dan dimakamkan di Surabaya. Ia beristirahat selamanya di Pemakaman Ereveld Kembang Kuning, yang dikelola Yayasan Pemakaman korban perang Oorlog Graven Stichting (OGS). Batu nisan makam Charles Mussry terukir aksara Ibrani. Carless Musrry, terlahir pada 9 Oktober 1919 dan meninggal 23 Agustus 1971. Ia menjadi orang Yahudi yang memilih berjuang untuk Indonesia.

https://alif.id/read/munawir-aziz/se...esia-b224596p/


Sejarah Partai Fasis Indonesia

 Sejarah Partai Fasis Indonesia

Partai Fasis Indonesia (PFI) (bahasa Belanda: Partij Fascist Indonesia atau Indonesische Fascistische Partij) adalah sebuah partai politik yang berumur pendek yang didirikan di Bandung, Hindia Belanda pada bulan Juli 1933 oleh seorang tokoh ekonom dan politikus Jawa bernama Notonindito.

Singkatan: PFI
Pendiri: Dr. Notonindito
Dibentuk: 1933
Dibubarkan: 1933
Ideologi: Fasisme, Chauvinisme Jawa

Partai Fasis Indonesia lahir pada 1933 di Bandung, Jawa Barat oleh seorang mantan anggota Partai Nasional Indonesia Lama (PNI Lama) atau PNI bentukan Soekarno, yaitu Dr. Notonindito. Dr. Notonindito adalah seorang priyayi Jawa yang sempat menjadi salah satu pengurus PNI cabang Pekalongan, dia sempat mengenyam pendidikan di Barat dan terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran radikal, salah satunya adalah nasionalisme, terutama nasionalisme yang memiliki kecenderungan fasisme, terutama saat Partai Nazi memenangkan Pemilu di Jerman.

Dr. Notonindito mendasari PFI dengan ideologi fasisme yang terinspirasi oleh Adolf Hitler dan Benito Mussolini. Seperti halnya Hitler yang ingin membangun kembali Kemaharajaan Jerman Raya dan Mussolini yang ingin kembali membangun kembali kejayaan Kekaisaran Romawi, maka Notonindito ingin kembali membangun Indonesia kembali jaya seperti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram dan menjadikan Jawa sebagai etnis dominan, persis seperti ketika Majapahit dan Mataram berkuasa di Nusantara Lama.

Namun, yang berbeda antara Notonindito dengan Hitler dan Mussolini dalah bentuk negara, bila Hitler dan Mussolini menjadikan Jerman dan Italia sebagai sebuah negara korporasi, Notonindito ingin menjadikan Indonesia sebagai sebuah kerajaan dengan supremasi Jawa sebagai pusat dari sistem nilai yang berlaku di Indonesia.

Meskipun ia terinspirasi oleh Hitler dan Mussolini, tetapi ide-ide Notonindito pada dasarnya tidak berlandaskan pada Nazisme ataupun fasisme, meskipun ia menggunakan terminologi "fasisme" tetapi praktiknya jauh dari fasisme yang berkembang saat itu, seperti ide tentang penaklukan etnis atau bangsa lain. Meskipun Notonindito mendasarinya sesuai dengan ide tentang supremasi Jawa-nya, tetapi ia tidak punya pemikiran untuk menjadikan Jawa sebagai sebuah bangsa besar yang kemudian menaklukkan etnis lainnya, ia justu menganjurkan dibentuknya semacam federasi antar-kerajaan dari seluruh etnis di Nusantara yang kemudiaan terintegrasi menjadi Kerajaan Indonesia, namun dipimpin oleh orang Jawa.

Kemunculan PFI dalam kancah politik pergerakan kemerdekaan Indonesia rupanya tidak terlalu disambut oleh kelompok pergerakan kemerdekaan Indonesia sendiri. Salah satunya tertulis dalam surat kabar kaum pergerakan, Harian Pemandangan. Dalam surat kabar tersebut, PFI diberikan sebuah kolom sendiri dan menjadi liputan khusus. PFI dikatakan dalam surat kabar itu sebagai kelanjutan dari sebuah organisasi etnonasionalis Jawa, bernama Komite Nasionalis Jawa yang dipimpin oleh Soetatmo Soerjokoesoemo pada 1914, bahkan di dalam surat kabar itu, dikatakan Nasionalisme Jawa adalah:

"... pergerakan jang sematjam Fascisme Italie itoe"

dan Notonindito beserta PFI adalah bentuk baru namun tetap pada gagasan lama Komite Nasionalis Jawa. Penentangan terhadap pemikiran Notonindito dan PFI pun juga muncul dari Partai Nasional Indonesia (PNI) - mantan partai Notonindito. PNI melalui hariannya, Menjala (Menyala), mengatakan bahwa:

"Rakjat Indonesia tidak bergerak karena membaoe asapnja kemenyan, karena mendengar boenyi gamelan ketoprak, karena sama merahnja atau hijaoenja darah kebangsaan."

Maksud dari PNI adalah, pergerakan nasional rakyat Indonesia dalam menuntut kemerdekaannya bukan untuk kembali kepada zaman dahulu, bukan kembali kepada zaman feodal (reaksioner), tetapi kemerdekaan Indonesia berdasarkan pada nasionalisme kerakyatan yang revolusioner dan bukan nasionalisme yang fasis.

Namun, meskipun begitu pada akhirnya PNI dan Soekarno sendiri - terutama pada masa pasca kemerdekaan - menurut pandangan kelompok dan tokoh kiri, seperti Tan Malaka, Sutan Sjahrir, bahkan Mohammad Hatta menunjukkan ciri-ciri fasistik dan ancaman nyata terhadap demokrasi Indonesia saat itu.

Terus menerus ditekan oleh kalangannya sendiri, Notonindito akhirnya memilih untuk vakum dari dunia politik, seperti yang ia katakan:

"Boeat sementara waktoe saja masih oendoerkan diri dari kalangan staak politiek."

Meski ia pernyataan undur diri Notonindito itu dikatakan hanya sementara, tetapi pada aktualisasinya Notonidito benar-benar berhenti dari dunia politik. Hal ini juga yang akhirnya menyudahi PFI sebagai organisasi politik, bahkan sebelum sempat menjalankan program-program politiknya sama sekali seperti yang dilakukan Adolf Hitler ataupun Benito Mussolini.


Notonindito dan Pemikirannya
Dr. Notonindito adalah seorang priyayi Jawa, intelektual, dan politisi Indonesia pada zaman Pergerakan Kemerdekaan, sekaligus pendiri dari Partai Fasis Indonesia.

Notonindito adalah putra dari seroang bangsawan dari Rembang, Jawa Tengah bernama Raden Pandji Notomidjojo. Pada 1918 ia lulus dari sekolah kolonial Meer Uitgebreid Lager Onderwijs dan melanjutkan pendidikannya ke Telefoon Cursus di Weltevreden, Batavia (sekarang Jakarta).

Setelah tamat sekolah ia bekerja sebagai pegawai pemerintah kolonial di Gouvernement Telefoon Dienst. Pada 1921, ia berangkat ke Belanda untuk belajar ekonomi dan perdagangan. Pada 1923 ia lulus dan meraih gelar adjunc accountant dan bekerja di Amsterdam, Belanda. Pada 1924, ia berangkat ke Berlin, Jerman untuk melanjutkan studi ekonominya dan meraih gelar doktoral dalam ilmu ekonomi dengan judul tesis Sedjarah pendek Tentang Perniagaan, Pelajaran dan Indoestri Boemipoetra di Poelaoe Djawa.

Setelah mendapatkan gelar doktor, ia pulang ke Indonesia dan bergabung dengan partai bentukan Soekarno, Partai Nasional Indonesia (PNI). Namun, ketika Adolf Hitler memenangkan Pemilu di Jerman, Notonindito memutuskan untuk mendirikan partai sendiri, Partai Fasis Indonesia(PFI).

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Sebagai seorang pengagum Adolf Hitler dan "separuh" pengikut Nazisme, Notonindito sadar betul bahwa dirinya tidak akan bisa masuk kedalam Partai Nazi di Jerman, maupun cabang-cabang Partai Nazi di Indonesia yang berisi orang-orang Jerman asli yang tinggal di Hindia Belanda saat itu. Ia juga sadar bahwa dirinya juga tidak akan bisa masuk partai fasis yang didirikan oleh Anton Mussert, Nationaal-Socialistische Beweging (NSB), tentu saja karena faktor ras dan etnisnya, yang merupakan seorang asli Jawa, oleh karena itu kemudian, Notonindito mengkonsepsikan sendiri mengenai "fasisme' dan "nasionalisme" tentu saja berlandaskan nilai-nilai Jawa.

Pemikiran Notonindito pada dasarnya mengikuti sebuah organisasi nasionalis Jawa, yang bernama Komite Nasionalis Jawa yang dibentuk pada 1914. Ide pokok pemikiran Notonindito itu antara lain:

1. Mendapatkan kemerdekaan Jawa dan kemudian diangkat seorang raja yang tunduk pada grondwet dan raja itu adalah keturunan dari Panembahan Senopati.

2. Membangun Statenbond (perserikatan atau federasi) dari kerajaan-kerajaan di Indonesia merdeka, dimana terhitung juga tanah-tanah raja.

Pokok-pokok pemikiran itulah kemudian yang menjadi dasar tujuan ideologis Partai Fasis Indonesia (PFI).

[url]https://id.m.wikipedia.org/wiki/Partai_Fasis_Indonesia#:~:text=Partai%20Fasis%20Indonesia%20(PFI)%20(,dan%20politikus%20Jawa%20bernama%20Notonindito.[/url]

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

 Mau jadi space traveler ?

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

Writen By : Yr Art
Berawal dari ide untuk mendaratkan manusia kebulan, berbagai persiapan telah dilakukan oleh nasa untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari mengumpulkan informasi , pembuatan wahana antariksa, sampai membuat konsep perjalanan.


Misi Rocket Apollo yang telah sukses di jalankan, menjadi bukti bagaimana rumitnya melakukan perjalanan kesebuah objek yang berada di luar angkasa dengan menggunakan spacecraf.


CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Untuk membuat misi tersebut menjadi lebih efisien , berbagai pertimbangan telah di lakukan oleh nasa , salah satunya mempersiapkan konsep perjalanan. Seperti yang kita tahu, konsep perjalanan memberikan gambaran bagaimana sebuah perjalanan di lakukan , dan apa saja kendala yang akan mungkin terjadi. Dari sini lah munculnya beberapa metode untuk mendaratkan manusia ke sebuah objek luar angkasa.Metode tersebut diantaranya :

Direct-Ascent

Direct Ascent merupakan metode yang digunakan untuk mendaratkan sebuah spacecraf di sebuah planet atau satelit alam seperti bulan, tanpa melakukan perakitan komponen dari spacecraf di orbit bumi, atau tanpa membawa kendaraan pendaratan terpisah ke orbit di sekitar planet. Maksudnya dari awal peluncuran di bumi sampai melakukan pendaratan di sebuah planet, tidak ada dilakukannya penambahan komponen maupun pengurangan komponen dari spacecraf, atau tidak akan di lakukannya pemindahan posisi suatu komponen spacecraf. Jadi dari awal peluncuran sampai mendarat di sebuah planet, ukuran, letak dan jumlah komponennya tetap sama.

Metode Direct Ascent merupakan metode pertama yang di usulkan dalam misi apollo Nasa untuk melakukan pendaratan di bulan , tapi akhirnya metode tersebut di tolak dengan alasan spacecraf yang akan di buat , ukurannya akan lebih besar.
METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO
Earth Orbit Rendezvous (EOR)

Earth orbit rendezvous (EOR) merupakan metode yang memanfaatkan orbit bumi untuk menyatukan setiap komponen dari spacecraf. Setiap peluncuran dari bumi akan membawa komponen dari spacecraf , dan kegiatan perakitannya dilakukan di orbit bumi. Nah itu dia , ISS merupakan spacecraf yang memanfaatkan orbit bumi untuk merakit setiap komponen yang di luncurkan.

Pada awalnya dalam misi apollo kebulan metode ini di usulkan untuk melakukan penerbangan pulang pergi ke Bulan, yang melibatkan titik pertemuan disekitar orbit bumi untuk semua komponen spacecraf. metode ini juga memungkinkan sebuah spacecraf melakukan pengisian bahan bakar di sekitar orbit bumi sebelum meluncur ke orbit bulan,

Usulan Metode EOR kemudian di terima oleh Nasa , namun akhirnya di tolak karna akan memerlukan banyak kegiatan peluncuran dari bumi.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Metode ini pernah di lakukan untuk menjalankan Proyek Constellation sebagai Earth Departure Stage (EDS) dan Altair (LSAM), yang diluncurkan ke orbit Bumi rendah pada roket Ares V. EDS dan Altair akan dipenuhi oleh komponen Orion (CEV) yang diluncurkan secara terpisah. setelah dilakukannya perakitan setiap komponennya di LEO ( Low Earth Orbit atau orbit bumi terendah) , kemudian saat melakukan perjalanan ke bulan spacecraf ini akan menerapkan metode LOR.

Lunar Orbit Rendezvous (LOR)

Metode LOR pertama kali diusulkan pada tahun 1919 oleh insinyur Soviet Ukraina Yuri Kondratyuk,sebagai metode paling ekonomis untuk mengirim manusia dalam perjalanan bolak-balik ke Bulan.

Ini lah metode yang akhirnya digunakan Nasa saat melakukan pendaratan pertama kali di bulan.

pada saat peluncuran dari bumi , modul utama dan modul pendaratan di luncurkan secara bersamaan. Ketika keluar dari orbit bumi dan akan memasuki orbit bulan , modul pendaratan akan di posisikan menyesuaikan proses pendaratan yang akan dilakukan.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

saat mendekati orbit bulan , modul pendaratan dan modul utama spacecraf akan dipisahkan , selanjutnya modul pendaratan akan melakukan perjalanan ke orbit bulan dan melakukan pendaratan , sementara modul utama akan memasukin orbit bulan secara perlahan
untuk perisapan saat modul kembali merapat setelah melakukan misi di permukaan bulan.

setelah modul pendaratan merapat, para astronot dan peralatan penting lainnya akan di pindahkan ke modul utama spacecraf , kemudian modul pendaratan akan di buang. Hanya modul utama yang akan melakukan perjalanan kembali kebumi.

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

METODE Perjalanan Dan pendaratan KE OBJEK Luar Angkasa | MISI APOLLO

emoticon-Ngacir2

Referensi : Nasa.gov
wehackthemoon.com
spacerockethistory.com
Www . esa.int
commons.m.wikimediam.org

Kamis, 17 Juni 2021

Hand of God, Hewan Purbakala Ini Berhasil di Hidupkan Ilmuwan Kembali

 Hand of God, Hewan Purbakala Ini Berhasil di Hidupkan Ilmuwan Kembali

Foto cacing fotifers | twitter.com/nytimes

Dunia sains memang semakin meningkat dan sangat canggih, jadi untuk mengeksplorasi kehidupan dahulu sangatlah mungkin untuk di pelajari kembali. Seperti sebuah studi yang berhasil menghidupkan sebua hewan purbakala berupa Bdelloid rotifers, berikut beritanya yang mungkin dapat menambah wawasan Kaskuser sejati.

Para ahli biologi telah berhasil menghidupkan kembali beberapa hewan Bdelloid rotifers yang telah menghabiskan waktu sekitar 24 ribu tahun terkubur di lapisan es. Atas keberhasilan penelitian ini, lalu hasil studi akan diterbitkan dalam jurnal Current Biology .

Seperti yang di ketahui, cacing Bdelloid rotifers adalah salah satu hewan multiseluler yang paling primitif, hal tersebut karena dibedakan oleh vitalitasnya yang sangat luar biasa. Jenis cacing Bdelloid rotifers ini dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering atau sedang musim kemarau yang berkepanjangan.



Eksperimen sebelumnya juga telah menunjukkan hasil positif, dimana para ilmuwan biologi berhasil menghidupkan cacing Bdelloid rotifers yang membeku selama enam hingga sepuluh tahun dilapisan tanah yang berada di wilayah bagian utara Rusia.

Ahli biologi dari Federasi Rusia, Amerika Serikat, Jerman dan Republik Ceko telah menemukan beberapa rotifers yang layak dalam sampel permafrost yang dikumpulkan pada kedalaman 3,5 meter dari tepi Sungai Alazeya Yakutsk Timur, Rusia. Sesuai analisis radiokarbon yang diteliti para ilmuwan menunjukkan bahwa usia lapisan es adalah sekitar 24 ribu tahun.

Hand of God, Hewan Purbakala Ini Berhasil di Hidupkan Ilmuwan Kembali
Foto cacing fotifers | bbc.com

Setelah berhasil menghidupkan cacing Bdelloid rotifers yang membeku selama 24 ribu tahun, kemudian peneliti mengamati cacing rotifers untuk kebutuhan sains. Cacing rotifer termasuk dalam genus Adineta, yang artinya dapat berkembang biak dengan partenogenesis.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN ALTERNATIF KLIK DISINI

Para ilmuwan telah menyarankan bahwa kerabat kuno cacing rotifers ini telah berevolusi dengan mengembangkan mekanisme pertahanan mereka. Para ahli biologi juga akan mempelajari cara cacing Bdelloid rotifers bisa mempertahankan sel dalam tubuhnya. Dan ini akan menjadi studi yang akan membantu ilmuwan untuk mempelajari bagaimana melindungi jaringan tubuh manusia atau mamalia agar terhindar dari kehancuran sel tubuh ketika manusia dibekukan dalam waktu tertentu.



Referensi: bbc.com - Bdelloid rotifer survives 24,000 years frozen in Siberia