Senin, 26 Oktober 2020

Meragukan Vaksin Cina


Beredar posting-posting yang mempertanyakan vaksin yang dibuat Cina. Isinya kira-kira begini. "Vaksin SARS dan MERS saja sudah bertahun-tahun belum berhasil dibuat. Bagaimana mungkin vaksin Covid19 berhasil dibuat?"

Faktanya, vaksin ini sudah berhasil dibuat, kan? Apa yang mau dinarasikan oleh pertanyaan di atas? Penulisnya secara tersirat hendak mengatakan bahwa vaksin itu palsu. Cuma tidak berani juga untuk terang-terangan. Kenapa? Karena tidak punya bukti. 

Kenapa bisa vaksin Covid19 lebih dahulu dari SARS dan MERS? Eh, SARS itu kapan sih? Itu hampir 20 tahun yang lalu. Wabahnya sebentar, dan tidak meluas. Pengembangan vaksinnya sepertinya tidak dilakukan. MERS itu 6 tahun yang lalu, juga tidak meluas. Catat ini: ada banyak perkembangan yang sangat cepat yang bisa dihasilkan dalam waktu 6 tahun atau 20 tahun itu.

Kenapa vaksin Covid19 bisa cepat diperoleh? Pertama, virusCovid19 bukan virus yang sama sekali baru. Riset virus corona itu bukan dimulai tahun ini. Sejarahnya sudah panjang, termasuk di dalamnya riset tentang SARS dan MERS tadi. Artinya sebelum ini ilmuwan sudah belajar banyak.

Kedua, teknologi membuat riset bisa menjadi sangat cepat, khususnya teknologi komputer. Saya pernah mengunjungi sebuah pusat riset farmasi perusahaan di Jepang. Di situ saya ditunjukkan kepada simulasi komputer untuk mendesain molekul obat. Molekul didesain dengan simulasi, artinya ikatan-ikatan kimia yang membentuk molekul itu dihitung secara teoretis, oleh komputer. Setelah didapat, sistesis bahan kimia baru itu pun disimulasikan, sampai ditemukan alur sintesisnya, berikut kondisi reaksi kimianya. Setelah itu didapat, barulah sintesis dilakukan di laboratorium.

Zaman dulu sintesis kimia itu dilakukan dengan coba-coba, berdasarkan pengalaman terdahulu. Kalau ada perhitungan teoretis, itu dilakukan secara manual. Perjalanan untuk sampai ke alur sintesis sangat panjang. Dengan simulasi tadi, prosesnya bisa diringkas hingga jadi 25% saja. Ini pun cerita 5 tahun yang lalu.

Dengan perkembangan komputer sekarang, adanya artificial intelligent dan big data, sudah banyak perkembangan yang dihasilkan. Kalau dipikir dengan nalar 10 atau 5 tahun yang lalu, sudah tidak masuk akal. Pertanyaan-pertanyaan tadi sepertinya masih pakai nalar masa lalu.

Ada kesan yang mau dibangun, seolah kita itu dikadali Cina dalam soal vaksin ini. Ada yang dengan enteng menulis, bahwa Cina sendiri tidak akan menyuntikkan vaksin ini kepada warganya. Ini kan bacot yang asal bunyi. New York Times memberitakan bahwa ribuan vaksin disuntikkan kepada relawan di Cina bulan lalu. Lagipula, kita bukan satu-satunya yang berencana akan memakai vaksin Cina ini. Ada banyak negara lain, UEA berada paling depan dalam antusiasme soal vaksin Cina ini.

Skeptis soal vaksin? Boleh saja. Ajukan pertanyaan, temukan jawabannya secara sahih. Jangan pakai khayalan konspirasi. 

Satu hal lagi. Apakah sudah ada vaksin yang benar-benar lulus uji? Data yang ada menjawab: sampai sebulan yang lalu belum ada. Masih nol. Vaksinnya masih dalam proses pengujian. Perkembangan selanjutnya, kita tunggu saja.

Kamis, 22 Oktober 2020

Sri Mulyani ke Orang Kaya: Bayar Vaksin Covid-19

 Sri Mulyani ke Orang Kaya: Bayar Vaksin Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenpan RB)



JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji dan mendata siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin Covid-19. Pemetaan golongan pun sedang dilakukan untuk menentukan masyarakat yang berhak mendapatkan vaksinasi gratis dan siapa yang dikenakan biaya.

"Nanti kita menentukan siapa yang akan divaksin secara gratis. Karena kalau masyarakat yang tidak mampu tidak boleh kemudian mereka tidak bisa mendapatkan. Yang mampu tentunya kita berharap bisa membayar sendiri," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (19/10/2020).



Dia melanjutkan, pemerintah berusaha seterbuka mungkin kepada masyarakat mengenai pengadaan vaksin Covid-19 ini. Untuk itu dibutuhkan penjelasan kepada mereka.

"Ini lho vaksin yang akan kita adakan, dari sumber mana saja, biayanya berapa, untuk target group siapa, dan bagaimana, siapa yang akan membayar, siapa yang kemudian akan digratiskan. Itu semuanya yang akan menjadi fokus dari pemerintah saat ini," bebernya.

Dia menambahkan, nantinya akan ada ketidakpastian harga vaksin Covid-19. Adapun harga ini masih terus dikaji oleh pemerintah

"Nanti ada ketidakpastian harga dan akan secara dinamis, yang penting kita transparan, ini masalah seluruh dunia, dan kita mengkomunikasikan ke masyarakat secara jelas dan kita melakukan kerjasama internasional," tandasnya.

(fbn)


Sumber :
https://economy.okezone.com/read/202...aksin-covid-19

Luar Biasa! Harga Nikel To The Moon, Indonesia Kini Revolusi Energi Bung

 Luar Biasa! Harga Nikel To The Moon, Indonesia Kini Revolusi Energi Bung


    
Jakarta, CNBC Indonesia - Tren kenaikan harga nikel masih berlanjut pada perdagangan Selasa (20/10/2020). Proyeksi peningkatan permintaan menjadi pemicu kenaikan harga nikel.

Melansir data Investing, pada pukul 16:21 WIB harga benchmark nikel di London Metal Exchange naik 1,18% ke US$ 15.842,5/metrik ton. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 November 2019. Sepanjang tahun ini, atau secara year-to-date, nikel berhasil mencatat penguatan 12,74%.

Permintaan nikel tahun depan diprediksi akan meningkat menjadi 2,52 juta ton dari tahun ini 2,32 juta ton, menurut International Nickel Study Group (INSG), sebagaimana dikutip Reuters.

Luar Biasa! Harga Nikel To The Moon, Indonesia Kini Revolusi Energi Bung

Ke depannya, prospek nikel juga terlihat cerah sebab permintaannya akan meningkat untuk pembuatan baterai mobil listrik (electric vehicle/EV).

Bos BHP Nickel West, Eddy Haegel, mengatakan ke depannya permintaan nikel akan mengalami lonjakan drastis menyusul revolusi energi yang akan terjadi di dunia, dan Indonesia salah satu negara yang memiliki cadangan terbesar nikel di dunia.

"Kalian telah mendengar dari saya sebelumnya, kita di tahap awal revolusi yang akan mentranformasi dunia kita dan meningkatkan permintaan nikel. Sudah jelas nikel adalah pemenang saat dekarbonisasi dunia," Kata Haegel, saat berbicara di Australian Nickel Conference, sebagaimana dikutip Livewire Markets, Jumat (16/8/2020).

"Nikel akan tetap menjadi juara, meski banyak logam atau kombinasi logam diuji membuat baterai lithium-ion, nikel tetap menjadi logam yang memberi kepadatan energi tertinggi. Hal ini menjadikan nikel memiliki masa depan yang cerah" tambahnya.

Luar Biasa! Harga Nikel To The Moon, Indonesia Kini Revolusi Energi Bung

Haegal memprediksi permintaan nikel akan meningkat di akhir tahun ini. Sementara itu dalam 30 tahun ke depan, BHP Nickel West melihat permintaan nikel akan 250% lebih tinggi ketimbang 30 terakhir, bahkan bisa mencapai 350% ketika dunia semakin serius melakukan dekarbonisasi merespon pemanasan global.

Baca: Gokil! Tesla Elon Musk Bakal Bangun Pabrik di Batang Jateng

Indonesia juga sedang berancang-ancang akan membangun pabrik baterai EV.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, mengatakan salah satu produsen baterai mobil listrik asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) sudah menandatangani komitmen investasi US$ 4,6 miliar, atau sekitar Rp 68 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per US$) untuk membangun pabrik baterai di Indonesia.

Luhut mengatakan, komitmen investasi tersebut bagian dari total kebutuhan investasi pabrik baterai mobil listrik yang mencapai US$ 20 miliar. Dia mengatakan, dirinya pun telah bertemu dengan pihak CATL di Yunnan, China beberapa waktu lalu.

"Prospek mitra pengembangan ekosistem baterai listrik kini sudah jalan. Jadi saya ketemu mereka semua ini. Kemarin di Yunnan saya ketemu CATL, CATL itu nanti akan berinvestasi. Itu mungkin kira-kira akan dekat US$ 20 miliar. Tapi mereka sudah tandatangani US$ 4,6 miliar," tutur Luhut dalam acara INDY FEST 2020 dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-20 PT Indika Energy Tbk yang ditayangkan dalam kanal YouTube Netmediatama kemarin, Senin (19/10/2020).

Selain itu salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla besutan Elon Musk sedang menjajaki pembangunan pabrik baterai di Indonesia. Kabar terbaru, Tesla sedang diarahkan oleh pemerintah untuk membangun pabriknya di kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah, yang sedang dibangun pemerintah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang membenarkan soal rencana Tesla tersebut, ia bilang nantinya Tesla diarahkan membangun pabrik di Batang. Saat ini proses diskusi antara Tesla dan pemerintah masih berlangsung.

"On going discussion, arahnya ke sana (Batang)," kata Agus kepada CNBC Indonesia, Senin (19/10).

Luar Biasa! Harga Nikel To The Moon, Indonesia Kini Revolusi Energi Bung

Dengan cerahnya prospek permintaan, Bank Dunia (World Bank) dalam Commodity Market Outlook edisi April lalu memberikan proyeksi nikel akan terus menanjak dalam jangka panjang.

Di tahun ini, rata-rata harga nikel memang diprediksi jatuh sekitar 17% ke US$ 11.617/metrik ton dari rata-rata harga tahun lalu. Tahun depan, rata-rata harga diprediksi US$ 11.932/metrik ton, naik 2,71% dari tahun ini.

World Bank memberikan proyeksi hingga tahun 2030 rata-rata harga nikel di US$ 15.182/metrik ton, atau naik lebih dari 30% dari rata-rata tahun ini.

Indonesia Perlu Instrumen Hedging Nikel?

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan investor asing mengkritik pasar modal Indonesia karena produk lindung nilai (hedging) belum lengkap.

Ini yang menjadi penyebab asing banyak menarik dana pasar saham Indonesia pada saat ada sentimen negatif.

"Saat ini kebanyakan kritik asing investor Indonesia ini hedging belum lengkap, baik nilai tukar, risiko suku bunga dan hedging default belum begitu banyak sehingga investor asing kalau ada sentimen negatif, strateginya sell off [jual] karena belum ada hedging yang mumpuni terutama nilai tukar, ini tantangan bersama," kata Wimboh saat Pembukaan Capital Market Summit and Expo 2020 di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Wimboh berharap, di pasar modal Indonesia bisa lebih banyak variasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar, baik itu instrumen biasa maupun hedging.

Selain itu, tambah Wimboh, sebisa mungkin produk-produk tersebut bisa menjangkau investor ritel.

"Sudah banyak investor di pasar saham kita, dan kita harus lakukan perluasan (produk). Kalau banyak investor sehingga volatilitas kita kendalikan lebih baik dan posisi investor ritel diharapkan bisa dominasi di pasar," kata Wimboh.

Baca: Keren! Luhut: Mobil Listrik Jadi Unggulan RI Setelah 2024

Hedging bisa dilakukan di bursa berjangka, seperti halnya London Futures Exchange, dimana nikel diperjual-belikan dengan sistem kontrak berjangka (futures) maupun option.

Dengan sistem kontrak, ketika jatuh tempo maka pemegang kontrak tersebut akan mendapatkan komoditas yang dibeli. Transaksi semacam ini biasanya dilakukan untuk hedging atau lindung nilai, baik dari sisi penjual ataupun pembeli.

Tetapi banyak juga yang menggunakan pasar berjangka untuk mencari cuan dengan trading memanfaatkan fluktuasi harga.

Di Indonesia sendiri ada 2 bursa berjangka, yakni Jakarta Futures Exchange (JFX), dan Indonesia Comodity & Derivative Exchange (ICDX). Namun, belum ada produk nikel yang bisa ditransaksikan di dua bursa tersebut.

Mengingat masa depan nikel yang diprediksi cerah, agaknya Indonesia perlu memiliki instrumen untuk hedging nikel, sekaligus juga bisa dimanfaatkan untuk trading.

https://www.cnbcindonesia.com/market...si-energi-bung

Tujuh Perusahaan Resmi Hijrah dari Cina ke Indonesia

 Tujuh Perusahaan Resmi Hijrah dari Cina ke Indonesia


Presiden Joko Widodo meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang dan relokasi investasi asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6). | ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Kabar Utama 09 Aug 2020, 07:53 WIBTujuh Perusahaan Hijrah dari Cina ke Indonesia

Ada 17 calon investor yang minat ikut membuka pabriknya di Indonesia.

BATANG -- Sebanyak tujuh perusahaan asing merelokasi pabriknya dari Cina dan beberapa negara lain ke Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Total nilai investasi dari ketujuh perusahaan tersebut sebesar 850 juta dolar AS atau sekira Rp 11,9 triliun. Tak tanggung-tanggung, potensi serapan tenaga kerja dari relokasi tersebut diproyeksi mencapai 30 ribu orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat senang karena Indonesia mampu memikat perusahaan asing untuk merelokasi pabriknya ke Tanah Air. Sebab, Indonesia pada tahun lalu tidak mampu menangkap peluang dari masifnya relokasi pabrik yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar. 

Sejak tahun lalu, Indonesia memang mengincar relokasi pabrik yang dilakukan oleh banyak perusahaan di Cina. Perusahaan yang memiliki basis produksi di Cina memutuskan untuk memindahkan pabriknya sebagai imbas dari tingginya bea impor yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) akibat perang dagang. Wilayah Asia Tenggara menjadi tujuan relokasi pabrik.

Sayangnya, Indonesia pada tahun lalu tak optimal dalam menggaet investor yang berniat hengkang dari Cina tersebut. Dari sekian banyak perusahaan, Jokowi menyebut tak satu pun yang melirik Indonesia sebagai lokasi pabrik yang baru.

TerkiniErick Thohir: Kalau Dirut Kebanyakan Acara, Kapan Kerjanya?Setelah Pelabuhan Dibuka, Pelni Optimistis Penumpang MengkatKemendag Sosialisasikan Aplikasi Inaexport.id Bagi EksportirRepatriasi Perusahaan-Perusahaan AS Naik

"Jangan sampai peristiwa tahun lalu terjadi lagi. Ada relokasi dari Tiongkok 33 perusahaan, kita satu pun enggak dapat," ujar Jokowi dalam kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Belajar dari pengalaman pada masa lalu, Indonesia pun bersolek. Investor digandeng masuk dan ditawarkan berbagai fasilitas menarik, termasuk dengan membangun kawasan industri yang membuat para investor tak perlu pusing memikirkan urusan lahan. Perkara lahan inilah, yang menurut Presiden, menjadi ganjalan terbesar bagi calon investor. "Kalau ada masalah, kita akan back up, bantu agar masalah itu bisa diselesaikan. Tetapi, kalau yang belum memiliki lahan tanah, silakan nanti gunakan yang namanya kawasan industri di Batang ini," kata Jokowi.

Usaha yang dilakukan pemerintah pun membuahkan hasil. Sampai pertengahan 2020 ini, sudah ada tujuh investor asing yang memastikan diri untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia. Ketujuh perusahaan tersebut adalah Alpan Lighting dari Amerika Serikat, Sagami Electric dari Jepang, Denso dari Jepang, Panasonic dari Jepang, Meiloon dari Taiwan, Kenda Tire dari Taiwan, dan LG Electronics dari Korea Selatan.

Lima dari perusahaan tersebut sebelumnya memiliki pabrik di Cina. Meiloon sempat menaruh basis produksinya di Suzhou. Kemudian, ada Sagami Electric yang punya pabrik di Shenzen, Alpan Lighting memiliki pabrik di Xiamen, Kenda Tire memiliki pabrik di Shenzen, dan Panasonic yang juga sempat memiliki pabrik di Cina.

Menyusul perang dagang Cina-AS yang sempat memanas dan iklim ekonomi dunia yang belum pulih, pabrik-pabrik tersebut dipindah ke Indonesia. Selain itu, Indonesia memang dilirik sebagai hub baru yang dinilai bisa menjangkau pasar Asia dan Australia.

Selain tujuh perusahaan yang sudah memastikan diri masuk ke Indonesia, masih ada 17 calon investor yang sudah menyatakan minatnya ikut membuka pabriknya di Indonesia. Total nilai investasinya diproyeksi menyentuh 37 miliar dolar AS dengan serapan tenaga kerja menyentuh 112 ribu orang.  Salah satunya adalah investor asal Korea Selatan, yakni LG Chemical, dengan total nilai investasi mencapai 9,8 miliar dolar AS dan serapan tenaga kerja 14 ribu orang.

Jokowi meminta agar para menteri terkait mengejar komitmen investasi 17 perusahaan tersebut. "Saya minta terus dilayani dan dikejar, disampaikan fasilitas apa yang ingin kita berikan, baik itu urusan lahan, izin, listrik, gas," ujar Jokowi.

Presiden menambahkan, pembangunan Kawasan Industri Terpadu di Batang dilakukan untuk menarik lebih banyak investor. Tujuan akhirnya, kata Jokowi, adalah membuka lebih banyak lapangan kerja. Presiden pun memerintahkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menggelar karpet merah bagi seluruh investor yang berniat merelokasi pabriknya, baik dari Cina maupun dari negara lain.

"Saya tadi perintahkan langsung kepada Kepala BKPM, urus dari A sampai Z, selesaikan sehingga investor merasa dilayani. Ini penting sekali," katanya. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, proses menarik investasi dari tujuh perusahaan ini dilakukan secara intensif. Secara khusus, Kepala BKPM membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi. 

Tim tersebut kemudian mengawal perizinan perusahaan, mulai dari kementerian/lembaga terkait hingga pemerintah daerah. "Prosesnya sangat intensif. Kami langsung ketuk pintu perusahaan satu per satu, untuk meyakinkan bahwa Indonesia adalah lokasi yang tepat bagi pabriknya," ujar Bahlil menjelaskan.

BKPM melalui tim satuan tugas (satgas) khusus relokasi investasi juga menyampaikan komitmen untuk mengawal proses relokasi ini dan melakukan negosiasi untuk menarik lebih banyak investor. 

Bahlil pada Senin (29/6) mengatakan, BKPM juga terus mengawal investasi yang dilakukan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Tahap konstruksi proyek senilai 1,55 miliar dolar AS ini pun diyakini mampu melampaui target yang direncanakan.

Ia mengapresiasi komitmen para investor, terutama dari Korea Selatan, karena merealisasikan investasinya. Sejalan dengan itu, BKPM juga memastikan komitmennya dalam melakukan pengawalan investasi, di antaranya memfasilitasi perizinan, bahan baku, serta menangani persoalan lahan. “Saya selalu berusaha menyelesaikan permasalahan investasi dengan tangan saya secara langsung. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Indonesia menjaga hubungan baik dengan investor dari Korea Selatan," ujar Bahlil. 

Dia menambahkan, BKPM sudah mulai mendampingi investasi Hyundai sejak penandatanganan nota kesepahaman hingga meninjau lokasi. "Presiden Joko Widodo  juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Hyundai yang tetap merealisasikan investasi di tengah Covid-19 ini,” kata Bahlil menjelaskan.

Presiden Hyundai Asia Pacific Lee Young Tack menyampaikan, perkembangan pembangunan pabrik HMMI sudah mencapai 22 persen. Ini membuktikan kemampuan perusahaan melebihi target karena rencana konstruksi semestinya baru 20 persen pada tahap sekarang. 

“Kami berterima kasih atas bantuan Pemerintah Indonesia. BKPM sangat mendorong kami tetap beroperasi selama masa Covid-19 dan juga telah meminta pemerintah daerah mendukung investasi Hyundai agar tetap berjalan," tutur Lee Young Tack.

Selanjutnya, kata dia, Hyundai akan mengimpor mesin-mesin produksi serta mendatangkan tenaga ahli dari Korea Selatan demi pembangunan pabriknya. Sementara, BKPM terus melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan kementerian/lembaga terkait di Indonesia. n iit septyaningsih ed: satria kartika yudha 

Sumur
https://www.republika.id/posts/8068/...a-ke-indonesia

Jokowi dengan Gembira Ungkap Relokasi Tujuh Pabrik Jepang ke Indonesia

 Jokowi dengan Gembira Ungkap Relokasi Tujuh Pabrik Jepang ke Indonesia


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kegembiraannya ketika menyampaikan relokasi pabrik-pabrik asal Jepang ke Indonesia

“Saya menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia seperti Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa senangnya mengenai realisasi investasi Jepang di Indonesia. Jepang adalah Penanam Modal Asing (PMA) terbesar nomor dua setelah Singapura. Selama periode 2014-2019, investasi Jepang mencapai US$ 25,2 miliar atau senilai Rp 365,4 triliun.

Saat ini, sebanyak tujuh perusahaan Jepang yang telah memastikan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

PT Sagami Indonesia, yang akan merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok akibat tingginya biaya operasional. PT CDS Asia (Alpan) yang merelokasi pabriknya dari Xiamen, Tiongkok seiring diberlakukannya tarif impor produk dari Indonesia ke Amerika Serikat sebesar 0%, dibanding tarif sebesar 25% dari Tiongkok ke Amerika Serikat.

Sementara PT Kenda Rubber Indonesia, merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar di Indonesia.

PT Denso Indonesia, yang merelokasi pabrik dari Jepang karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik setelah melakukan riset ke sejumlah negara di kawasan ASEAN. Selanjutnya, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar basis ekspor untuk sejumlah produk home appliances.

PT LG Electronics Indonesia, yang merelokasi pabriknya dari Korea Selatan dan berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia.

beritasatu.com

Rabu, 14 Oktober 2020

Memangnya Pengusaha bukan Rakyat?


“ Babo, kita menolak UU Cipta Kerja, karena kita butuh keadilan.”
“ Adil gimana?
“ Jangan berpihak kepada pengusaha saja. UU lebih berpihak kepada pengusaha saja”
“ OK saya jelaskan sedikit. 85% penerimaan negara dari pajak. 85% pembayar pajak itu adalah korporat. Dengan uang pajak itu negara bisa subsidi BPJS. Investasi pendidikan, dirikan sekolah dan biayai kampus. Memberikan Bansos untuk Ormas. Membiayai Rumat Sakit dan subsidi bagi rakyat pra sejahtera.”
“ Tetap saja perusahaan lebih gede dapat.”
“ OK. Kamu tahu, 25% laba perusahaan untuk pajak. Satu senpun negara engga keluar modal. Tetapi perusahaan ikhlas bayar 25% dari keuntungan. Kalau rugi, negara engga tanggung jawab. Apakah kurang adil itu?
“ Ya itu kewajiban. Karena negara butuh ongkos sosial agar APBN berdaya memakmurkan rakyat.
“ Nah itu kamu paham. Cukup? belum. Perusahaan juga kalau impor barang modal dan bahan baku untuk industri harus bayar bea masuk. Itu bisa 40% cash dibayar di depan. Untung atau rugi, negara udah dapat 40 % dari impor. Nanti waktu jual kena lagi pajak penjualan. Walau pajak ini ditanggung pembeli, kadang demi kompetisi terpaksa pedagang turunkan harga agar pajak tidak terlalu membebani konsumen. Apakah itu kurang adil kamu rasakan?
“ Ya itu kewajiban Perusahaan.”
“ Ok terus kewajiban kamu apa ? Apa yang telah kamu sumbangkan untuk negara?
“ Ya masalahnya…”
“ Masalahnya apa?
“ rakyat merasakan ketidak adilan”
“ Kamu pikir pemegang saham dan direksi perusahaan itu bukan rakyat? Ratusan ribu pemegang saham itu di bursa. Mereka juga rakyat. Selama ini mereka merasakan ketidak adilan. Hanya saja mereka berjuang agar diri mereka diperlakukan adil walau harus bayar pajak ini dan itu. Bayar CSR. Bayar kelakuan pejabat. Kerakusan ormas. Dan kalau mereka bangkrut bukan dikasihani malah difitnah dan dihujat dengan buruk sangka. Sementara kamu engga bayar apapu tetapi terus mengeluh dan berharap negara perlakukan adil. Padahal sarana mencapai keadilan itu sudah disediakan pemeritah lewat UU Cipta kerja.
“ ya sudahlah babo. Babo engga merasakan nasip orang kecil”
“ Di hadapan Tuhan manusia itu sama. Yang membedakan bukan harta tetapi akhlak. Puncak akhlak itu adalah berlaku sabar. Berdamai dengan realitas untuk tak henti bersukur kepada Tuhan. “

Senin, 12 Oktober 2020

Buruh Karawang Positif Corona Usai Ikut Demo Omnibus Law di Jakarta

 Karawang - 


Dinas Kabupaten Karawang, Jabar mengklaim menemukan seorang buruh positif setelah buruh itu ikut unjuk rasa menolak undang-undang omnibus law di Jakarta. Hal itu terungkap setelah 25 buruh peserta demo melakukan tes swab atau usap.

"Saat ini pasien dari peserta demo itu sedang dirawat di rumah sakit," kata Yayuk Sri Rahayu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Karawang kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Yayuk menuturkan, temuan pasien positif dari peserta unjuk rasa menjadi hal yang perlu diwaspadai. Yayuk mengimbau, seluruh peserta aksi unjuk rasa untuk diperiksa kesehatannya.
"Kami imbau kepada seluruh perusahaan untuk memeriksa kesehatan karyawannya yang ikut unjuk rasa," kata Yayuk.

Yayuk mengaku, pihaknya sedang menelusuri orang-orang yang melakukan kontak erat dengan buruh peserta demo tersebut. "Kita sedang telusuri. Dengan temuan pasien positif ini, menandakan ada klaster baru yaitu klaster unjuk rasa," kata Yayuk.

Yayuk menuturkan, munculnya pasien positif setelah unjuk rasa menambah daftar panjang penyintas corona di Karawang. Dari data Satgas Covid-19 Karawang, pasien positif terus bertambah.

"Kemarin, kami menemukan 42 pasien positif baru. Penambahan itu terhitung dalam satu hari," kata Fitra Hergyana, Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang.

Selain itu, satu warga Karawang ditemukan meninggal dan hasil swabnya positif corona. Hal itu, kata Fitra membuat Karawang kembali terperosok ke zona merah. "Padahal pekan lalu, Karawang sudah masuk zona oranye. Tapi saat ini, kembali ke zona merah," kata Fitra.

Fitra mengatakan, Karawang saat ini, kembali menjadi daerah paling rawan corona di Jawa Barat. Saat ini, kata dia, Karawang tercatat menempati skor 1,62. Artinya, kata dia kembali jadi daerah dengan resiko tinggi.

Sampai saat ini, gelombang demonstrasi menolak undang-undang Cipta Kerja belum reda. Hingga hari ini, di sejumlah daerah, aksi penolakan masih terus berlangsung. Sejumlah pihak mewanti-wanti para pendemo untuk waspada potensi munculnya klaster corona saat unjuk rasa. Arteria Dahlan dari fraksi PDIP misalnya, mewanti-wanti Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan demo dalam waktu dekat.

https://news.detik.com/berita-jawa-b...law-di-jakarta