Kamis, 09 Juli 2020

Resep Englisher Cookie



Bake by : @fenita.d2
.
Bahan Cookies 
Bahan A :
110 gr mentega
35 gr gula halus
1 kuning telur (15 gr)
180 gr terigu (me : 170 gr terigu + 10 gr susu bubuk)
Vanilla bubuk sedikit saja (me : skip)
.
Tambahan :
~ Secukupnya selai strawberry.
~ Secukupnya kacang mede di panggang 125°c selama 10 – 15 menit rajin d bolak balik biar matang merata (me : di sangrai sampai setengah matang)
~ Secukupnya kuning telur di campur minyak sayur aduk rata utk polesan .
.
.
Cara :
~ Letakan cake d loyang dgn ukuran yg lebih lebar (me : 28 x 28 x 4) yg sdh d alas baking paper tanpa d oles margarin
~ Campur mentega + kuning telur + gula halus aduk hingga rata dgn spatula saja lalu masukan terigu + susu bubuk , boleh d ulen sebentar dgn tangan biar adonan menyatu.
~ Bagi adonan jd 2 lalu masing2 adonan d gilas tipis. Satu bagian d cetak dgn cutter sesuai selera dan satu bagian lg d bentuk kotak sesuai ukuran loyang cake 22x22 cm 
~ Oles tipis permukaan cake dgn selai strawberry  lalu letakan bahan cookies d atas cake dan ratakan. Lalu susun jg bahan cookies yg sdh d cetak dgn cutter d atas nya lagi dan topping dgn kacang mede. Lalu beri garis dgn pisau.
~ Oven dgn suhu 125°c selama 20 menit api atas saja / hingga matang.
~ Keluarkan dr oven dan biarkan dingin. Lalu poles kuning telur lalu oven kembali dgn suhu 125°c selama 15 – 20 menit api atas saja hingga matang. Sesuaikan dgn oven masing2 ya.

Rabu, 08 Juli 2020

Diplomasi Gelap Pembebasan Irian Barat

Diplomasi Gelap Pembebasan Irian Barat
Pemerintah Indonesia menyuap ketua fraksi Dewan Papua bentukan Belanda. Politik uang dalam upaya memenangkan Irian Barat yang tidak tersingkap dalam sejarah.
Oleh Martin Sitompul
 
 Diplomasi Gelap Pembebasan Irian Barat
Presiden Sukarno berbincang dengan Menteri Luar Negeri merangkap Kepala Badan Pusat Intelijen (BPI) Soebandrio. Foto: IPPHOS.

Di beranda Istana Negara, Presiden Sukarno menerima kedatangan Kolonel Soegih Arto. Konsul jenderal Indonesia untuk Singapura itu mendadak dipanggil ke Jakarta untuk satu tugas penting. Setelah tamu-tamu presiden beranjak pergi, tinggallah tiga orang di beranda: Sukarno, Soegih Arto, dan Menteri Luar Negeri merangkap Kepala Badan Pusat Intelijen (BPI) Soebandrio. Mereka lantas saling berbincang.

“Bung Karno bicara dan menjelaskan bahwa pemerintah mempunyai rencana untuk memperoleh Irian Barat dengan cara-cara yang inkonvensional,” kata Soegih Arto dalam otobiografinya Sanul Daca: Pengalaman Pribadi Letjen (Pur.) Soegih Arto.
Soegih Arto tercengang mendengar skema pembebasan Irian Barat yang diembankan padanya. Sukarno memerintahkannya pergi ke Hongkong dengan membawa uang kira-kira US$ 1.000.000. Dengan uang sebanyak itu, Soegih Arto harus bisa “membeli” Irian Barat.

Rencananya, dana itu akan menjadi "pelicin" agar Dewan Rakyat Papua bentukan pemerintah Belanda bisa mengeluarkan resolusi ingin bergabung dengan Indonesia. Meskipun berbiaya tinggi, politik uang ini telah diperhitungkan dengan cermat. Apabila misi ini berhasil, menurut Soegih Arto, maka akan menghindarkan bentrokan senjata dan menyelamatkan banyak jiwa.
Berunding di Hongkong
Operasi rahasia ini tidak dikerjakan oleh Soegih Arto sendirian. Turut bersamanya tim dari BPI. Mereka antara lain Kartono Kadri, kepala seksi dua BPI bidang operasi dan pengumpulan informasi dan Komisaris Besar Polisi Samsudin. Secara resmi, selain anggota BPI, Samsudin merangkap sebagai sekretaris Konsul RI di Singapura. Soegih Arto, Kartono Kadri, dan Samsudin berangkat dari Singapura.  

Soegih Arto tidak mencatat kapan persisnya keberangkatan mereka ke Hongkong. Namun menurut Ken Conboy dalam Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia, peristiwa itu berbarengan dengan operasi militer Komando Mandala yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto. Tepatnya, pada kuartal kedua 1962.   

Di Hongkong, BPI telah menyiapkan segala sesuatunya. Soegih Arto dan kawan-kawan menginap di Hotel Sunning House. Mereka akan dipertemukan dengan orang Belanda yang berpengaruh di Irian Barat. Sebagai kepala negosiator, Soegih Arto diberi kuasa untuk menawarkan sejumlah uang tetapi tidak melebihi dana yang ada sebagai harga penggabungan Irian Barat kepada Indonesia.
Pertemuan terjadi di Hotel Miramar, Kowloon, tempat delegasi Belanda menginap. Pihak Indonesia hanya diwakili Soegih Arto dan Kartono Kadri. Sementara itu di pihak seberang, tampak seorang Indo-Belanda bernama Mr. de Rijke didampingi seorang sekretaris perempuan.   
Menyogok Pembelot
Mr. de Rijke terkekeh-kekeh sewaktu  memperkenalkan diri kepada Soegih Arto. Dia menyebut nama lawan rundingnya Soegih Arto yang berarti kaya. Namanya sendiri, de Rijke juga berarti kaya. De Rijke menjelaskan bahwa dirinya lahir di Kediri sehingga mengerti bahasa Jawa. Menurut pengakuannya, de Rijke adalah ketua fraksi di Dewan Rakyat Papua (Nieuw Guinea Raad).
Pertemuan perdana dengan de Rijke itu berlangsung dalam suasana santai karena diawali basa-basi lewat pendekatan  kultural. Menurut Soegih Arto, tidak ada ketegangan sama sekali. Maka tanpa kesulitan berarti, Soegih Arto langsung memajukan agenda utama perundingan. Pertama, membicarakan resolusi penggabungan Papua dengan Republik Indonesia. Kedua, soal keuangan.

Ketika membicarakan soal penggabungan Papua, De Rijke mengajukan banyak tuntutan. Pertama, agar infiltrasi tentara Indonesia supaya dihentikan. Kedua, Papua harus dijadikan daerah istimewa. Ketiga, Missi (Katolik) dan Zending (Protestan) jangan diganggu. Keempat, supaya Papua boleh memakai uang sendiri, seperti di Riau. Kelima, Papua supaya dibolehkan memakai bendera sendiri. Setiap tuntutan itu segera ditanggapi oleh delegasi Indonesia. Tidak semua tuntutan diterima atau ditolak, namun ada masukan untuk mencapai kompromi.
“Pertama, kami setuju memberi status Propinsi Istimewa bagi Irian Barat. Kedua, Riau pada waktu itu masih menggunakan mata uang Singapura, jadi kami setuju mata uang Belanda tetap dapat digunakan. Ketiga, kami setuju misionaris katolik dan Protestan bisa tetap tinggal. Kami tidak setuju bendera Papua berkibar sendiri, tetapi kami mengatakan bendera itu dapat berkibar sedikit di bawah bendera Indonesia,” kata Kartono Kadri sebagaimana dikutip dalam buku Ken Conboy.
Mengenai infiltrasi tentara Indonesia, dijawab Soegih Arto akan segera dihentikan kalau Irian Barat sudah bergabung dengan Indonesia. Titik temu mengenai tuntutan de Rijke beres. Penyusunan konsep resolusi juga tidak memakan waktu lama. Isi pokok resolusi itu adalah, “Bahwa Papua dan Indonesia sama-sama mempunyai sejarah yang sama, sehingga sebaiknya berjalan bersama-sama dan oleh karena itu, Parlemen Papua sepakat untuk menggabungkan diri dengan Republik Indonesia.”

Perundingan hari pertama ditutup setelah terjalin kesepakatan mengenai isi resolusi. Rancangan resolusi itu dibawa Soegih Arto ketika kembali ke Jakarta untuk diserahkan kepada Soebandrio. Hingga Soegih Arto merampungkan otobiografinya Sanul Daca pada 1989, keberadaan konsep resolusi tersebut tidak diketahui rimbanya.
Menurut sejarawan Belanda Pieter Drooglever dalam Tindakan Pilihan Bebas: Orang Papua dan Penentuan Nasib Sendiri, beberapa pejabat yang duduk dalam Dewan Papua memang dicurigai bersekongkol dengan Indonesia. Namun dari sekian nama, tidak tersebut nama de Rijke. Drooglever mencatat, de Rijke merupakan pengacara berpengalaman berkebangsaan Indo-Belanda yang mendukung kepentingan orang Indo-Belanda di Papua. Selain itu, de Rijke juga pernah tersandung kasus pemalsuan surat yang diganjar hukuman empat bulan penjara.
Arsip nasional Inggris menyimpan berkas dokumen pribadi milik de Rijke. Dalam deksripsi katalog disebutkan, de Rijke yang bernama lengkap Jacob Olaf de Rijke, lahir pada 9 September 1921. Sayangnya, berkas-berkas de Rijke masih konfidensial dan akan terbuka pada publik pada 1 Januari 2024 mendatang. Kita tunggu saja. 

https://historia.id/politik/articles...an-barat-P7eAE

Resep Brownies Kukus Ny.liem


Rebake by @nisa_bakhtiar

Bahan :
6 telur
225 gr gula pasir
1 sdt sp/emulsifier
Sejumput garam
*Mixer sampai putih berjejak

125 gr terigu (segitiga/kunci)
50 gr coklat bubuk 
1/2 sdt baking powder
*campur dan ayak

100 gr DCC/coklat batang
175 ml minyak sayur (saya 135gram tropical)
*lelehkan

Setelah adonan telur kental berjejak, masukkan bahan tepung yg telah diayak, aduk searah sampai rata. Tuang adonan cair, aduk balik. Pastikan jangan sampai ada minyak yg mengendap didasar baksom. Tuang ke dalam loyang (saya loyang 20cm) yg telah dioles mentega tepung baking paper. Kukus 45 menit, tes tusuk.

Bahan ganache coklat :
100 gr DCC/coklat batang
4 sdm whippy cream cair (haan/anchor)
3 sdm susu cair *tim/lelehkan diatas air mendidih sambil diaduk cepat

Siap disiram diatas brownies, setelah disiram coklat masukkan brownies kedalam kulkas sebentar agar set. Topping suka" ya.

Selasa, 07 Juli 2020

Resep Roti Kering


• • • • • •
 🍞
By @cynthiahali

Bahan-bahannya :
- 1 bungkus roti tawar
- 200 gr mentega
- 100 gr gula pasir

Cara membuat :
1. Oles roti tawar dengan mentega hingga rata
2. Taburkan gula pasir keseluruh permukaan roti
3. Potong-potong sesuai selera
4. Oven sampai roti kering dan renyah atau hingga kuning kecoklatan .

Top 10 CCTV Brands

Awal tahun 2019 Data Piranti Utama telah menyelesaikan pekerjaan penarikan kabel data(LAN) untuk CCTV disebuah chain hotel yang terletak dikawasan ITDC Nusa Dua. Pekerjaan tersebut dimulai sejak November 2018, beberapa tantangan yang dihadapi dilapangan seperti pembukaan ceiling yang terbuat dari kayu, beberapa galian di area taman dll semakin memacu semangat Team Work kami di DPU Bali.
Kami bukan sebuah perusahaan besar, namun semangat dan profesional kami telah mengantarkan pada sebuah pencapaian yang membanggakan bagi client dan bussines partner kami.
Sebagai informasi jaringan dengan total 144 titik tersebut adalah project tambahan CCTV di hotel dengan brand dari Perancis tersebut. CCTV yang digunakan pada project tambahan ini adalah DAHUA. Kita tentu tau bahwa ada banyak brand/merk CCTV terkenal lainnya seperti Samsung, Panasonic, Hikvision, Protect, Edge, SPC dll.
Photo: Koleksi Pribadi, SPC CCTV
Tahukah anda Top 10 CCTV Camera Brands 2018 di Dunia ? Dibawah ini urutan best security cameras.
  1. Hikvision Digital Technology
  2. Dahua Technology
  3. Assa Abloy
  4. Bosch Security Systems
  5. Axis Communications
  6. Flir Systems
  7. Allegion
  8. Hanwha Techwin (Samsung)
  9. Tiandy Technologies
  10. Avigilon
Di era digital, semuanya ada di internet. Kita dapat dengan mudah menemukan kamera CCTV di mana saja di seluruh dunia. Dengan browsing dan cari merek kamera CCTV dan Anda akan mendapatkan sejumlah brand CCTV. Secara sederhana berikut adalah tips memilih CCTV;
  • Evaluasi kebutuhan Anda
  • Pilih jenis kamera
  • Pahami level cahaya
  • Pahami resolusi
Memilih solution provider yang tepat adalah langkah penting berikutnya dalam merencanakan keamanan. Solution Provider wajib menginformasikan produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda untuk meningkatkan keamanan perusaan anda.
Semoga menjadi referensi bagi anda untuk mengambil keputusan memilih brand/merk CCTV untuk perusahaan atau properti anda.
Jika anda membutuhkan jasa pekerjaan penarikan kabel baik itu kabel Data(LAN) maupun voice(telephone) silahkan contact hotline: +62 857 3835 5909. Kunjungi blog kami untuk informasi project yang telah kami lakukan.

Senin, 06 Juli 2020

Kisah Misterius Pendaki Gunung Guntur yang Menghilang

Kisah Misterius Pendaki Gunung Guntur yang Menghilang Lalu Ditemukan Selamat Tanpa Baju - Seorang pendaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat ditemukan dalam kondisi sudah lemas dah hanya mengenakan celana dalam setelah sebelumnya dinyatakan telah hilang.

Kisah Misterius Pendaki Gunung Guntur yang Menghilang

Korban pendaki Gunung Guntur yang hilang itu ditemukan pada hari Minggu (5/7/2020) pagi setelah dinyatakan hilang pada hari Sabtu (4/7/2020).

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan mengungkapkan, pendaki yang sempat dinyatakan hilang tersebut bernama Afrizal (16), warga Kecamatan Cilawu, Garut.

Korban tersebut naik Gunung Guntur bersama empat orang rekannya sejak hari Jumat (3/7/2020) siang.

"Jumat malam, mereka buka tenda dan menginap di pos tiga jalur pendakian. Pagi harinya, korban sudah tidak ada di tenda," jelas Masrokan, Minggu (5/7/2020).

Hilang misterius di tenda

Teman korban pun sempat menunggu korban di pos tiga hingga siang hari.

Akan tetapi, korban tak juga datang.

Akhirnya, rekan korban turun ke pos satu dan kembali lagi menunggu korban.

Namun, korban tak juga datang.

"Sore harinya, rekan korban pulang ke Cilawu dan melaporkan ke orangtua korban," katanya.

Mendapat laporan tersebut, menurut Masrokan pihak keluarga korban pun langsung melakukan pencarian hingga ke pos satu namun tidak juga menemukan korban.

"Upaya pencarian malam itu dihentikan, keluarga korban dijemput di pos satu dan pencarian dilanjut hari ini," jelasnya.

Dicari tim gabungan, ditemukan jauh dari tenda

Hari Minggu (5/7/2020), menurut Masrokan tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan juga masyarakat sekitar pun melakukan upaya pencarian sampai pada akhirnya korban pun berhasil ditemukan.

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Ing Dedi Saefulloh mengungkapkan, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga yang ikut melakukan pencarian, di sekitar sumber mata air Citiis.

"Lokasi ditemukannya cukup jauh dari pos tiga tempat korban buka tenda bersama temannya," jelas Dedi, Minggu (5/7/2020).

Namun, menurut Dedi begitu warga menemukan korban, mereka langsung membawa pulang korban ke rumahnya di Kecamatan Cilawu.

Sementara itu, tim lainnya masih melakukan pencarian.

"Kita koordinasi dengan Koramil Cilawu untuk mengecek korban di rumahnya, ternyata memang sudah ada di rumah,"Jelas Dedi.

Menurut Dedi, setelah ditemukan warga yang ikut dalam pencarian, korban langsung dibawa pulang menggunakan mobil warga Jakarta diantar warga yang menemukan korban dan tim pencariannya.

Ditemukan telanjang dan lemas di lokasi sumber air

Menurut Dedi, korban ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi oleh warga yang sehari-hari berjaga di parkiran kendaraan di pos pendakian awal Gunung Guntur di Kampung Citiis.

Entis Sutisna (61), warga yang menemukan korban kepada wartawan mengungkapkan, dirinya bersama dua orang warga yang melakukan pencarian menemukan korban sudah dalam kondisi lemas di sumber air yang dikenal dengan nama Cikole.

Entis mengaku, dirinya naik ke Gunung Guntur sejak pukul 06.00 pagi melalui jalur pendakian yang berbeda dengan tim pencarian yang lain.

Di dekat tempat korban ditemukan, Entis beristirahat karena kelelahan.

Saat itu, Entis pun berdoa agar korban ditemukan.

"Saya tawasul, berserah diri karena semuanya. bagaimana Allah, setelah itu saya teriak-teriak panggil nama korban dan Alhamdulillah ada jawaban," katanya.


Korban bingung, tiba-tiba terbangun di lokasi lain

Mendengar ada jawaban dari korban, menurut Entis dirinya bersama dua warga lainnya pun langsung mencari korban.

Hingga akhirnya menemukan korban berada di dekat batu besar dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam.

Begitu melihat korban, Entis mengaku sempat memastikannya dengan menanyakan nama korban.

Setelah yakin itu pendaki yang dicari, Entis pun langsung memeluknya dan memberi korban pakaian.

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada disitu, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," katanya.

Korban bisa lihat orang lain, tapi orang lain tak bisa melihatnya

Dari pengakuan korban, menurut Entis sebenarnya korban bisa melihat orang lain dari tempatnya.

Namun, anehnya dia tidak bisa memanggilnya dan orang yang dilihatnya pun tidak bisa melihat dan mendengar korban.

Entis sendiri merasa terpanggil untuk ikut melakukan pencarian korban sebagai bentuk tanggungjawab karena selama ini dirinya ikut mengais rejeki dari para pendaki.

Entis khawatir, jika korban hilang dan tidak ditemukan, Gunung Guntur ditutup.

"10 tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah 4 hari, sama kondisinya saat ditemukan juga telanjang," katanya.

Pengamat Sebut Isu Komunisme Tak Lagi Menarik Buat Masyarakat


Pengamat Sebut Isu Komunisme Tak Lagi Menarik Buat Masyarakat

Jakarta, CNN Indonesia -- 
Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti FPI, PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mengikuti aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' pada Minggu (5/7) kemarin. Aksi ini buntut pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang menuai polemik di DPR.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah ormas tersebut juga menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR untuk menolak pembahasan RUU HIP dan berujung pada pembakaran bendera PDIP.

Pengamat politik UGM Arie Sudjito menilai, isu soal komunisme yang diangkat dianggap tak lagi menarik bagi masyarakat. Selain komunisme sudah tak berkembang di Indonesia, fokus persoalan masyarakat saat ini lebih ke upaya mengatasi krisis di tengah pandemi covid-19.

"Kalau mau dikomodifikasi tidak akan memiliki daya tarik mengangkat kembali isu-isu itu, karena kecemasan kita bukan soal itu tapi soal kebangkrutan yang sekarang dialami masyarakat. Ya PHK, kemiskinan, krisis ekonomi," ujar Arie saat dihubungi, Senin (6/7).

Arie tak menampik ada pihak-pihak yang berupaya mengangkat kembali isu soal komunisme demi kepentingan politik. Terlebih saat ini tengah bergulir polemik pembahasan RUU HIP dan wacana pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Sejak dulu isu-isu seperti ini selalu dilontarkan. Nah sekarang kan lagi ada debat, wacana RUU HIP dan BPIP. Ini jadi celah," katanya.

Namun Arie menegaskan bahwa isu tersebut saat ini sudah tak relevan. Ia meminta masyarakat lebih hati-hati agar tak terjebak pada isu-isu lama semacam itu.

"Tidak boleh justru menciptakan isu-isu lama. Orang sekarang lebih banyak bicara soal ekonomi, bagaimana tetap survive, itu yang harus dipikirkan," tutur Arie.

Dalam aksi tersebut, sejumlah ormas sempat menyampaikan ikrar dalam sikapnya menolak komunisme. Ikrar itu di antaranya menyatakan kesiapan menjaga para ulama dari serangan kaum komunis dan menyiapkan diri menghadapi gerombolan trisila dan ekasila yang akan mengganti Pancasila.

Pembahasan soal trisila dan ekasila ini sempat disinggung dalam RUU HIP. Dalam Pasal 7 draf RUU HIP menyebut ciri pokok Pancasila berupa trisila yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demorkasi, dan KeTuhanan yang berkebudayaan.

Di sisi lain, pemerintah diketahui telah menolak pembahasan RUU HIP. Salah satu alasannya karena terdapat poin Pancasila yang diperas menjadi trisila dan ekasila.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...uat-masyarakat